Beranda / Kejuaraan Dunia / Naomi Osaka Menang Dramatis Tiga Set, Tembus 16 Besar US Open 2026

Naomi Osaka Menang Dramatis Tiga Set, Tembus 16 Besar US Open 2026

Naomi Osaka harus melewati rasa sakit, kehilangan momentum, dan pertandingan selama lebih dari dua setengah jam sebelum memastikan tempat di babak 16 besar US Open 2026. Petenis Jepang tersebut menaklukkan Elise Mertens dengan skor 6-3, 3-6, 7-5 pada putaran ketiga di Louis Armstrong Stadium, New York, Sabtu malam, 5 September waktu setempat. Pertandingan berlangsung selama 2 jam 38 menit dan menjadi salah satu ujian terberat Osaka sepanjang turnamen.

Osaka bahkan membutuhkan perawatan medis karena masalah pada kaki bagian bawah ketika set penentuan memasuki fase kritis. Namun, unggulan ke-13 tersebut justru menemukan momentum setelah mendapat perawatan. Ia merebut tiga gim beruntun untuk berbalik unggul 5-4 sebelum akhirnya mengamankan kemenangan pada match point keempat. Hasil itu membawa juara US Open 2018 dan 2020 tersebut kembali ke pekan kedua Grand Slam favoritnya. Tantangan berikutnya jauh lebih berat karena Elena Rybakina sudah menunggu di babak 16 besar.

Osaka Mengawali Pertandingan dengan Meyakinkan

Osaka langsung menunjukkan permainan agresif sejak set pertama. Ia mempertahankan dua gim servis awalnya dan memanfaatkan dua double fault Mertens untuk mendapatkan break yang kemudian menjadi pembeda. Meski Mertens memperoleh dua break point ketika Osaka melakukan servis pada kedudukan 5-3, petenis Jepang tersebut mampu keluar dari tekanan dan menutup set pertama 6-3 pada set point keempat.

Permainan Osaka saat itu terlihat cukup terkendali. Servis keras memberinya banyak kesempatan mengambil alih reli sejak pukulan pertama, sementara pukulan dari baseline membuat Mertens sulit mengembangkan pola permainan. Osaka juga mampu menjaga kesabaran ketika lawannya mencoba memperpanjang reli.

Situasi berubah pada set kedua. Osaka sebenarnya mendapatkan break lebih dahulu, tetapi Mertens tidak membiarkannya membangun keunggulan. Petenis Belgia itu meningkatkan konsistensi dan mulai memaksa Osaka memainkan lebih banyak bola tambahan. Pada saat yang sama, jumlah unforced error Osaka meningkat dan pukulan yang sebelumnya efektif mulai kehilangan akurasi.

Mertens akhirnya mengambil kendali dan merebut set kedua 6-3. Osaka tercatat membuat 41 unforced error sepanjang pertandingan, dengan backhand menjadi salah satu bagian permainannya yang beberapa kali bermasalah. Untuk kedua kalinya secara beruntun di US Open tahun ini, Osaka harus menghadapi situasi ketika permainan yang terlihat nyaman pada awal pertandingan berubah menjadi pertarungan tiga set.

Masalah Kaki Muncul di Saat Paling Kritis

Set ketiga menghadirkan tantangan yang jauh lebih besar. Bukan hanya Mertens yang terus memberikan tekanan, kondisi fisik Osaka juga mulai menjadi perhatian. Ketika ia berhasil mempertahankan servis untuk memperkecil posisi menjadi 3-4, Osaka memanggil trainer dan mendapatkan perawatan pada kaki bagian bawah.

Reuters melaporkan Osaka sudah mengalami masalah Achilles sejak musim lapangan rumput. Dalam pertandingan melawan Mertens, ia mendapatkan perawatan dan obat pereda nyeri sebelum kembali melanjutkan pertandingan. Kondisi tersebut membuat perjuangannya semakin sulit karena Mertens berada dalam posisi yang cukup baik untuk mengambil kendali set penentuan.

Namun, justru setelah medical timeout permainan Osaka berubah. Ia mulai menemukan kembali agresivitas dan merebut tiga gim berturut-turut untuk membalikkan kedudukan menjadi 5-4. Mertens masih mampu bertahan dan membuat pertandingan terus berlangsung hingga 5-5, tetapi tekanan mulai kembali berada di pihak petenis Belgia.

Osaka akhirnya mendapatkan kesempatan menutup pertandingan ketika unggul 6-5. Ia membutuhkan empat match point sebelum memastikan kemenangan 7-5. Selebrasinya menunjukkan betapa berat pertandingan tersebut. Osaka bahkan mengaku terkejut dirinya mampu memenangkan duel itu setelah melewati begitu banyak masalah sepanjang malam.

Dua Pertandingan Beruntun Berakhir Tiga Set

Perjalanan Osaka menuju 16 besar memang jauh dari mudah. Sebelum menghadapi Mertens, ia juga harus memainkan tiga set pada putaran kedua melawan Katerina Siniakova. Osaka memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 6-2, 5-7, 6-1 setelah sempat kehilangan kendali pada set kedua.

Pola yang hampir sama kembali muncul melawan Mertens. Osaka memenangkan set pertama dengan cukup meyakinkan, tetapi performanya menurun pada set kedua sebelum bangkit pada set penentuan. Bedanya, kali ini masalah fisik ikut menambah tekanan.

Meski demikian, dua kemenangan tersebut memperlihatkan sisi lain dari Osaka. Ia tidak hanya mengandalkan pukulan keras dan servis untuk mengalahkan lawan. Kemampuannya bertahan secara mental ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana menjadi faktor penting dalam perjalanannya di New York.

Pada putaran pertama, Osaka juga tidak mendapatkan pertandingan yang sepenuhnya nyaman. Ia harus memainkan dua tiebreak untuk mengalahkan Anastasia Zakharova 7-6(6), 7-6(3). Dengan demikian, ketiga pertandingan pertamanya menghadirkan situasi berbeda yang menguji konsentrasi dan ketahanan mentalnya.

Perjalanan itu membuat keberhasilan menembus pekan kedua terasa semakin bernilai. Osaka mungkin belum menunjukkan performa sempurna, tetapi ia terus menemukan cara untuk bertahan di turnamen.

Kembali ke Pekan Kedua US Open untuk Kelima Kalinya

Kemenangan atas Mertens membawa Osaka ke pekan kedua US Open untuk kelima kalinya dari 10 penampilannya di main draw. Statistik tersebut menarik karena New York memiliki tempat khusus dalam karier petenis Jepang itu. Dua dari empat gelar Grand Slam miliknya datang di Flushing Meadows, masing-masing pada 2018 dan 2020.

Catatan Osaka ketika berhasil mencapai pekan kedua juga cukup mengesankan. Dalam tiga dari empat kesempatan sebelumnya, ia setidaknya mampu melaju sampai semifinal. Dua perjalanan bahkan berakhir dengan trofi juara.

US Open 2026 juga menghadirkan pencapaian lain. Untuk pertama kalinya dalam karier, Osaka berhasil mencapai putaran keempat pada tiga dari empat Grand Slam dalam satu musim. Sebelum New York, ia mencapai 16 besar Roland Garros dan melaju hingga perempat final Wimbledon.

Perkembangan tersebut menunjukkan konsistensi yang mulai kembali terbentuk. Osaka sudah pernah mencapai puncak tenis dunia, tetapi perjalanan beberapa musim terakhir tidak selalu berjalan mulus. Karena itu, keberhasilannya tampil kompetitif di beberapa Grand Slam dalam satu tahun menjadi sinyal penting.

New York sekarang memberikan kesempatan lain. Osaka sudah berada di antara 16 pemain terakhir, tetapi kualitas lawan akan meningkat drastis pada pertandingan berikutnya.

Elena Rybakina Menjadi Ujian Berikutnya

Osaka akan menghadapi Elena Rybakina pada babak 16 besar. Rybakina memastikan tiket setelah mengalahkan Yuliia Starodubtseva 7-6(6), 6-3 pada putaran ketiga. Pertandingan Osaka melawan Rybakina dijadwalkan berlangsung pada Senin, 7 September waktu New York.

Duel tersebut berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada babak 16 besar tunggal putri. Osaka dan Rybakina sama-sama memiliki servis kuat serta kemampuan mengambil alih reli dengan cepat. Keduanya juga nyaman bermain di lapangan keras sehingga margin kesalahan kemungkinan sangat kecil.

Bagi Osaka, kondisi fisik menjadi pertanyaan terbesar. Ia sudah menjalani dua pertandingan tiga set secara beruntun dan membutuhkan perawatan medis melawan Mertens. Karena itu, waktu pemulihan sebelum menghadapi Rybakina akan sangat penting.

Osaka juga perlu mengurangi jumlah unforced error. Sebanyak 41 kesalahan sendiri masih bisa ia atasi ketika menghadapi Mertens, tetapi angka serupa dapat menjadi masalah besar melawan Rybakina. Petenis Kazakhstan tersebut memiliki kekuatan untuk menghukum bola pendek dan merebut poin dengan cepat.

Meski begitu, Osaka mempunyai modal penting berupa pengalaman. Ia sudah dua kali menjadi juara di New York dan memahami tekanan ketika turnamen memasuki pekan kedua. Selain itu, dukungan penonton Louis Armstrong Stadium pada pertandingan sebelumnya menunjukkan bahwa Osaka tetap menjadi salah satu pemain favorit publik di Flushing Meadows.

US Open Kembali Membuka Peluang Besar bagi Osaka

Osaka belum berada dalam performa sempurna, tetapi justru itulah yang membuat perjalanannya di US Open 2026 semakin menarik. Ia mampu melewati tiga pertandingan dengan berbagai masalah dan tetap bertahan. Ketika pukulannya tidak berjalan baik, ia mengandalkan mental. Ketika kondisi fisik mulai mengganggu, Osaka masih mampu meningkatkan permainan pada poin-poin terpenting.

Pertandingan melawan Mertens menjadi gambaran paling jelas. Osaka sempat kehilangan momentum setelah memenangkan set pertama. Ia kemudian menghadapi masalah pada kaki ketika tertinggal pada set ketiga. Namun, setelah mendapatkan perawatan, ia memenangkan tiga gim berturut-turut dan akhirnya menyelesaikan pertandingan pada match point keempat.

Kemenangan tersebut juga terasa penting karena Mertens merupakan lawan yang sangat familiar. Pertemuan di New York menjadi duel ke-10 mereka di level tur, menjadikan Mertens sebagai pemain yang paling sering dihadapi Osaka sepanjang karier profesionalnya.

Sekarang tantangannya berubah. Osaka tidak lagi sekadar berusaha mencapai pekan kedua. Dengan tempat di 16 besar sudah diamankan, peluang untuk melaju jauh kembali terbuka. Riwayatnya di US Open menunjukkan bahwa ketika Osaka berhasil melewati minggu pertama, ia sering menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar.

Rybakina tentu akan menjadi ujian yang jauh lebih berat. Namun, kemenangan dramatis atas Mertens menunjukkan bahwa Osaka masih memiliki kemampuan menemukan jalan keluar ketika pertandingan berada di ujung tanduk. Jika kondisi kakinya membaik dan jumlah kesalahan bisa ditekan, perjalanan juara US Open dua kali tersebut di New York mungkin masih panjang.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *