Gabriel Martinelli resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Arsenal. Winger Brasil berusia 25 tahun itu meninggalkan Emirates Stadium setelah tujuh tahun dan bergabung secara permanen dengan raksasa Arab Saudi, Al-Hilal. Kedua klub mengonfirmasi transfer tersebut pada Kamis, 3 September 2026. Martinelli menandatangani kontrak empat tahun bersama Al-Hilal dan membuka babak baru dalam kariernya setelah mencatat 278 penampilan serta 62 gol bersama Arsenal di semua kompetisi.
Nilai transfer tidak diumumkan secara resmi oleh kedua klub. Namun, sejumlah media Inggris melaporkan Al-Hilal membayar sekitar £60 juta atau sekitar US$81 juta untuk mendapatkan Martinelli. Angka tersebut menjadikan kepindahannya sebagai penjualan termahal dalam sejarah Arsenal. Martinelli pergi setelah membantu The Gunners mengakhiri penantian panjang dan menjuarai Premier League musim lalu. Kini, pemain yang datang ke London sebagai remaja pada 2019 itu memilih tantangan baru di Saudi Pro League.
Tujuh Tahun Martinelli Bersama Arsenal Resmi Berakhir
Martinelli tiba di Arsenal dari klub Brasil, Ituano, pada Juli 2019 ketika usianya baru 18 tahun. Saat itu, ia belum memiliki reputasi sebesar pemain muda Brasil lainnya yang berkarier di Eropa. Namun, kecepatan, agresivitas, dan kemampuannya menyerang ruang dengan cepat membuat Martinelli segera mendapatkan perhatian. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain penting Arsenal dalam proses pembangunan kembali tim.
Selama tujuh tahun, Martinelli memainkan 278 pertandingan dan mencetak 62 gol di seluruh kompetisi. Khusus di Premier League, ia membukukan 191 penampilan dengan 41 gol dan 24 assist. Salah satu musim terbaiknya terjadi pada 2022/23 ketika Martinelli mencetak 15 gol liga. Performa tersebut membuatnya menjadi salah satu penyerang sayap paling berbahaya di Inggris.
Martinelli juga meninggalkan London dengan beberapa trofi. Ia menjadi bagian dari skuad Arsenal yang menjuarai FA Cup 2020 dan Community Shield 2023. Puncaknya datang musim lalu ketika The Gunners akhirnya menjadi juara Premier League untuk pertama kalinya sejak 2004. Martinelli memainkan 53 pertandingan di semua kompetisi pada musim tersebut dan mencetak 11 gol.
Karena itu, kepindahan ke Al-Hilal menutup salah satu perjalanan panjang pemain generasi baru Arsenal. Martinelli datang sebagai pemain muda yang belum teruji dan pergi sebagai pemain internasional Brasil sekaligus juara Premier League.
Posisi Martinelli Mulai Tergeser di Arsenal
Meskipun Arsenal meraih gelar Premier League musim lalu, posisi Martinelli dalam tim utama sudah mulai berubah. Ia masih mendapatkan banyak penampilan, tetapi tidak lagi menjadi pilihan otomatis seperti beberapa musim sebelumnya. Dari 30 penampilan Premier League musim lalu, Martinelli hanya menjadi starter dalam 11 pertandingan, jumlah terendahnya sejak musim 2020/21.
Persaingan kemudian semakin ketat menjelang musim 2026/27. Arsenal mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge untuk memperkuat sisi kiri serangan. Tzolis langsung mendapatkan kesempatan pada dua pertandingan pertama Premier League, sedangkan Martinelli tidak masuk skuad pertandingan Arsenal pada dua laga pembuka musim.
Situasi tersebut memberikan sinyal bahwa peluang bermain Martinelli akan semakin terbatas jika tetap bertahan di London. Bahkan mantan striker Arsenal, Ian Wright, sempat mengkritik cara klub menangani situasi sang winger. Wright menilai pemain yang sudah memberikan banyak kontribusi kepada Arsenal pantas mendapatkan perlakuan yang lebih baik ketika masa depannya mulai tidak pasti.
Martinelli sebenarnya sempat mendapatkan peluang pindah lebih awal. Sky Sports melaporkan Galatasaray mengajukan tawaran sekitar £38,9 juta pada musim panas ini, tetapi sang pemain tidak tertarik pindah ke Turki. Tawaran Al-Hilal kemudian memberikan pilihan berbeda sekaligus menawarkan nilai transfer yang jauh lebih besar kepada Arsenal.
Transfer £60 Juta Pecahkan Rekor Penjualan Arsenal
Dari sisi bisnis, kepindahan Martinelli menjadi transaksi besar bagi Arsenal. Nilai sekitar £60 juta dilaporkan sebagai biaya tetap, sementara kesepakatan tersebut juga mencakup klausul penjualan kembali. Dengan angka tersebut, Martinelli menjadi pemain dengan nilai penjualan terbesar sepanjang sejarah klub London Utara tersebut.
Rekor sebelumnya bertahan selama hampir sembilan tahun. Arsenal sebelumnya menerima sekitar £40 juta ketika melepas Alex Oxlade-Chamberlain ke Liverpool pada 2017. Penjualan Martinelli sekarang melampaui angka tersebut dengan selisih yang cukup besar. Selain itu, Arsenal membeli Martinelli dengan biaya relatif kecil dari Ituano pada 2019. Karena itu, transfer ini menghasilkan keuntungan besar bagi klub.
Penjualan Martinelli juga membuat pemasukan Arsenal dari transfer pemain pada musim panas 2026 melewati £120 juta. Klub melakukan sejumlah perubahan dalam skuad setelah meraih gelar Premier League. Gabriel Jesus juga meninggalkan Emirates untuk bergabung dengan Barcelona, sedangkan Leandro Trossard pindah ke Besiktas.
Namun, keputusan melepas beberapa pemain ofensif sekaligus membawa konsekuensi tersendiri. Arsenal harus memastikan kedalaman skuad tetap cukup untuk mempertahankan gelar Premier League sekaligus bersaing di kompetisi Eropa. Tzolis memberikan opsi baru di sisi kiri, tetapi Martinelli meninggalkan pengalaman dan karakter permainan yang sudah menjadi bagian Arsenal selama tujuh musim.
Al-Hilal Terus Membentuk Skuad Bertabur Bintang
Bagi Al-Hilal, kedatangan Martinelli melanjutkan aktivitas agresif mereka di bursa transfer. Klub Riyadh tersebut tidak hanya mengejar nama besar yang mendekati akhir karier, tetapi juga merekrut pemain yang masih berada pada usia produktif. Martinelli baru berusia 25 tahun dan menandatangani kontrak hingga empat musim ke depan.
Martinelli bergabung dengan beberapa pemain berprofil tinggi yang sudah memperkuat Al-Hilal. Klub tersebut memiliki pemain seperti Theo Hernández, Kalidou Koulibaly, Rúben Neves dan Yassine Bounou. Selain itu, Al-Hilal baru-baru ini mendatangkan Crysencio Summerville dari West Ham United serta Ollie Watkins dari Aston Villa. Watkins bergabung dengan kontrak tiga tahun setelah menjalani periode panjang bersama Villa.
Kedatangan Martinelli memberikan pilihan tambahan untuk lini serang. Kecepatan dan kemampuannya bermain dari sisi kiri dapat memberikan dimensi berbeda, terutama ketika Al-Hilal ingin menyerang melalui transisi cepat. Pengalamannya bermain dalam tekanan tinggi di Premier League dan kompetisi Eropa juga menjadi nilai tambahan.
Al-Hilal bahkan langsung memperkenalkan Martinelli sebagai pemain nomor 7 mereka. Dalam wawancara pertamanya bersama klub, pemain Brasil tersebut menegaskan bahwa ia datang dengan ambisi memenangkan trofi dan membuat pendukung Al-Hilal bahagia. Klub saat ini juga bersaing di papan atas Saudi Pro League pada awal musim.
Martinelli Memulai Babak Baru di Usia 25 Tahun
Kepindahan ke Arab Saudi datang ketika Martinelli masih berada pada usia yang biasanya dianggap sebagai periode terbaik seorang pesepak bola. Karena itu, transfer ini berbeda dari gelombang awal pemain Eropa yang pindah ke Saudi Pro League ketika sudah mendekati akhir karier.
Martinelli masih berusia 25 tahun dan memiliki pengalaman besar. Selain hampir 300 pertandingan bersama Arsenal, ia juga menjadi bagian dari Timnas Brasil. Kepindahan ke Al-Hilal memberikan kesempatan untuk menjadi salah satu figur utama dalam proyek klub sekaligus mendapatkan menit bermain yang mungkin semakin sulit diperoleh jika bertahan di Arsenal.
Al-Hilal sendiri memiliki target besar, baik di kompetisi domestik maupun Asia. Mereka menjadi salah satu klub paling ambisius di kawasan tersebut dan terus memperkuat skuad dengan pemain dari liga-liga elite Eropa. Kehadiran Martinelli menambah kualitas pada lini serang yang sudah mengalami perubahan besar pada musim panas 2026.
Bagi Martinelli, tantangannya sekarang adalah membuktikan bahwa ia dapat mempertahankan level permainan setelah meninggalkan Premier League. Ekspektasi terhadapnya tentu tinggi karena nilai transfer yang besar. Namun, pengalaman tujuh musim di Inggris memberikan modal yang cukup untuk menghadapi tekanan tersebut.
Arsenal dan Martinelli Memulai Era Baru
Transfer Gabriel Martinelli akhirnya menjadi akhir dari hubungan yang berlangsung sejak 2019. Arsenal mendapatkan pemain muda dari Ituano, mengembangkannya menjadi winger Premier League, menikmati 62 gol darinya, kemudian melepasnya dengan nilai yang dilaporkan mencapai £60 juta. Dari sudut pandang bisnis maupun olahraga, perjalanan tersebut menjadi salah satu kisah transfer paling menarik Arsenal dalam beberapa tahun terakhir.
Arsenal sekarang harus bergerak tanpa Martinelli. Christos Tzolis menjadi salah satu opsi baru untuk sisi kiri, sementara Mikel Arteta masih memiliki beberapa pemain ofensif lain untuk mempertahankan kekuatan tim. Namun, kehilangan Martinelli, Gabriel Jesus dan Trossard dalam satu musim panas tetap menciptakan perubahan besar pada komposisi lini depan sang juara bertahan Premier League.
Sementara itu, Martinelli memulai kehidupan baru di Riyadh. Ia meninggalkan klub yang membesarkan namanya ketika masih berada pada usia produktif dan bergabung dengan salah satu kekuatan terbesar sepak bola Asia. Kontrak empat tahun memberikan waktu panjang bagi pemain Brasil tersebut untuk membangun cerita baru bersama Al-Hilal.
Perpisahan ini juga menjadi momen emosional bagi pendukung Arsenal. Martinelli melewati periode ketika klub berjuang kembali ke papan atas hingga akhirnya merasakan gelar Premier League. Ia datang sebagai remaja berusia 18 tahun dan meninggalkan Emirates tujuh tahun kemudian sebagai juara Inggris.
Kini cerita itu selesai. Gabriel Martinelli resmi menjadi pemain Al-Hilal, sedangkan Arsenal menerima salah satu pemasukan transfer terbesar dalam sejarah mereka. Bagi kedua pihak, musim 2026/27 sekaligus menjadi awal dari era yang benar-benar baru.




