Beranda / Sepak Bola / Lautaro Martinez Jadi Pahlawan, Inter Milan Bangkit dari 0-2 untuk Kalahkan Napoli 3-2

Lautaro Martinez Jadi Pahlawan, Inter Milan Bangkit dari 0-2 untuk Kalahkan Napoli 3-2

Inter Milan menciptakan salah satu comeback paling dramatis di awal musim Serie A 2026/27 setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menaklukkan Napoli 3-2 di San Siro, Sabtu, 5 September 2026. Lautaro Martinez menjadi pusat perhatian lewat dua gol, termasuk gol kemenangan pada menit ke-91 yang memastikan tiga poin untuk tim asuhan Cristian Chivu. Napoli sebenarnya berada dalam posisi sangat nyaman setelah Matteo Politano dan Rasmus Hojlund membawa mereka unggul 2-0 hanya dalam delapan menit pertama babak kedua. Namun, Inter menolak menyerah. Lautaro memperkecil ketertinggalan pada menit ke-56, Marcus Thuram menyamakan kedudukan pada menit ke-82, lalu sang kapten menyelesaikan comeback luar biasa pada masa tambahan waktu.

Kemenangan tersebut bukan hanya menghadirkan tiga poin. Inter mempertahankan start sempurna mereka di Serie A musim ini, sementara Napoli harus menerima kekalahan kedua secara beruntun. Lebih bersejarah lagi, menurut data Opta, ini menjadi pertama kalinya Inter mampu membalikkan ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Napoli dalam pertandingan Serie A.

Babak Pertama Ketat, Dimarco Nyaris Membuka Keunggulan

Pertandingan dua tim papan atas ini sudah menunjukkan intensitas tinggi sejak menit pertama. Inter hampir mencetak gol hanya sekitar 70 detik setelah kick-off ketika Andy Diouf melepaskan tembakan first-time dari tepi kotak penalti. Namun, Alex Meret mampu menepis bola di dekat tiang. Napoli kemudian membalas lewat peluang Andre-Frank Zambo Anguissa dan Matteo Politano, tetapi Josep Martinez tampil sigap menjaga gawang tuan rumah.

Permainan terus berlangsung terbuka. Yann Bisseck sempat melepaskan tembakan tipis di atas mistar, sementara Rasmus Hojlund mendapat peluang dari situasi sepak pojok. Di sisi lain, Lautaro Martinez juga mulai memberikan ancaman setelah menerima bola dari Federico Dimarco. Namun, Meret masih mampu mengamankan peluang tersebut.

Inter mendapatkan kesempatan terbaik pada detik-detik terakhir babak pertama. Dimarco mengambil tendangan bebas dari luar kotak penalti dan melepaskan bola melengkung melewati pagar pemain. Tendangannya terlihat menuju sudut atas gawang, tetapi bola menghantam mistar. Skor 0-0 akhirnya bertahan hingga turun minum.

Meskipun belum menghasilkan gol, babak pertama sudah menunjukkan bahwa pertandingan bisa berubah cepat. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang dan berani mengambil risiko. Namun, tidak banyak yang menduga bahwa delapan menit pertama babak kedua justru akan membawa Napoli berada dalam posisi dominan.

Napoli Cetak Dua Gol dalam Tiga Menit

Napoli memecahkan kebuntuan pada menit ke-50. Inter melakukan kesalahan ketika mencoba membangun serangan dari belakang. Politano mendapatkan kesempatan di dalam kotak penalti. Tembakan pertamanya sempat diblok, tetapi ia bergerak cepat mengambil bola rebound dan mengarahkannya ke sudut bawah gawang untuk membawa Napoli unggul 1-0.

Belum sempat Inter sepenuhnya merespons, Napoli kembali menghukum tuan rumah hanya tiga menit kemudian. Sebuah tendangan bebas cepat membuat pertahanan Inter kehilangan konsentrasi. Giovanni Di Lorenzo mengirim bola kepada Hojlund, yang kemudian melepaskan tembakan melewati Josep Martinez. Skor berubah menjadi 2-0 pada menit ke-53.

Dalam waktu sangat singkat, pertandingan yang sebelumnya seimbang terlihat mulai berada dalam kendali Napoli. Dua gol tersebut juga memberikan pukulan psikologis besar bagi Inter karena lawannya merupakan salah satu rival utama dalam persaingan gelar Serie A.

Namun, keunggulan dua gol ternyata hanya bertahan tiga menit. Inter segera menunjukkan respons yang menjadi titik awal comeback mereka.

Federico Dimarco menerima bola di sisi kiri sebelum mengirim umpan ke dalam kotak penalti. Lautaro Martinez bergerak lebih cepat dari Amir Rrahmani dan menyambar bola dari jarak dekat pada menit ke-56. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 dan menghidupkan kembali atmosfer San Siro.

Inter Terus Menekan hingga Marcus Thuram Samakan Skor

Gol Lautaro mengubah momentum pertandingan secara drastis. Inter mulai bermain dengan intensitas lebih tinggi dan terus mendorong Napoli semakin dalam. Tuan rumah meningkatkan tekanan dari kedua sisi lapangan, sementara Lautaro dan Thuram semakin aktif menyerang kotak penalti.

Lautaro hampir mencetak gol keduanya setelah kembali mendapatkan umpan dari Dimarco, tetapi ia gagal mengontrol bola dengan sempurna. Kemudian, pada menit ke-73, Marcus Thuram mendapatkan peluang besar melalui sundulan. Bola sudah melewati Meret, tetapi justru menghantam tiang gawang.

Peluang tersebut menjadi peringatan serius bagi Napoli. Inter tidak menurunkan tempo dan terus menyerang. Tekanan akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan pada menit ke-82. Carlos Augusto mengirim umpan silang ke dalam kotak penalti, lalu Thuram melompat lebih tinggi dan menyundul bola ke sudut bawah gawang.

Skor 2-2 membuat delapan menit terakhir berlangsung liar. Kedua tim sama-sama mendapatkan peluang untuk memenangkan pertandingan. Thuram sempat memiliki kesempatan lain, sementara David Neres dan Anguissa memperoleh peluang berbahaya bagi Napoli. Namun, tidak ada yang mampu menyelesaikannya.

Ketika pertandingan terlihat akan berakhir imbang, Inter mendapatkan satu kesempatan terakhir melalui sepak pojok. Momen tersebut akhirnya melahirkan gol yang membuat San Siro meledak.

Lautaro Martinez Cetak Gol Menit ke-91

Inter memenangkan sepak pojok setelah Meret menepis sebuah tembakan. Bola yang dikirim ke dalam kotak penalti tidak mampu dibersihkan dengan sempurna oleh pertahanan Napoli. Manuel Akanji mempertahankan bola tetap hidup di tengah kerumunan pemain sebelum Lautaro muncul di tiang jauh.

Kapten Inter itu bereaksi paling cepat dan menyodok bola dari jarak sangat dekat melewati Meret. Gol pada menit ke-91 tersebut mengubah skor menjadi 3-2 dan menyempurnakan comeback luar biasa Inter.

Lautaro langsung merayakan gol bersama rekan-rekannya ketika seluruh San Siro bersorak. Beberapa menit kemudian, peluit akhir memastikan kemenangan Inter.

Gol tersebut terasa semakin penting karena Lautaro sebelumnya belum mencetak gol di Serie A musim 2026/27. Ia justru memecahkan kebuntuan dengan dua gol dalam salah satu pertandingan terbesar Inter di awal musim.

Brace kontra Napoli juga membawa Lautaro mencapai 134 gol Serie A untuk Inter. Jumlah tersebut membuatnya berada di posisi ketiga daftar pencetak gol terbanyak klub di kompetisi liga, hanya di belakang Giuseppe Meazza dengan 197 gol dan Benito Lorenzi dengan 138 gol.

Artinya, Lautaro kini hanya berjarak empat gol dari Lorenzi. Jika konsistensinya bertahan, ia memiliki peluang besar naik ke posisi kedua sepanjang sejarah Inter di Serie A musim ini.

Comeback Bersejarah dan Start Sempurna Inter

Kemenangan 3-2 membawa dimensi sejarah tersendiri. Opta mencatat bahwa Inter belum pernah sebelumnya membalikkan ketertinggalan dua gol untuk kemudian mengalahkan Napoli dalam pertandingan Serie A. Mereka akhirnya melakukannya dalam duel yang menghadirkan lima gol pada babak kedua.

Statistik pertandingan juga menunjukkan betapa agresifnya Inter. Tim tuan rumah melepaskan 29 tembakan dengan expected goals sekitar 3,19 xG, meskipun hanya delapan yang tepat sasaran. Napoli membukukan 16 tembakan, tujuh mengarah ke gawang, dengan nilai sekitar 2,24 xG.

Angka tersebut menggambarkan pertandingan yang jauh dari satu arah. Napoli memiliki banyak kesempatan untuk menambah gol setelah unggul 2-0. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang memberi Inter ruang untuk kembali ke pertandingan.

Bagi pelatih Cristian Chivu, kemenangan ini menunjukkan mentalitas timnya. Ia menilai keberanian Inter mengambil risiko akhirnya mendapatkan balasan yang layak. Chivu juga menggambarkan pertandingan tersebut sebagai tontonan yang sangat bagus bagi sepak bola Italia.

Inter kini mempertahankan rekor 100 persen kemenangan pada awal Serie A musim 2026/27 setelah sebelumnya mengalahkan Monza dan Cagliari. Tiga kemenangan beruntun membuat mereka semakin percaya diri dalam upaya mempertahankan gelar liga.

Napoli berada dalam situasi berbeda. Kekalahan di San Siro menjadi kekalahan kedua secara beruntun dan membuat mereka sudah tertinggal enam poin dari Inter. Bagi Massimiliano Allegri, hasil tersebut tentu sangat mengecewakan karena timnya sempat memegang keunggulan dua gol.

Lautaro Kembali Menjadi Simbol Inter dalam Laga Besar

Lautaro Martinez sekali lagi menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu figur terpenting Inter. Dalam pertandingan ketika tim membutuhkan kepemimpinan, ia tidak hanya mencetak gol pertama yang menghidupkan comeback, tetapi juga hadir pada saat paling menentukan untuk mencetak gol kemenangan.

Pergerakannya pada gol pertama memperlihatkan naluri penyerang yang tajam. Lautaro membaca pergerakan Dimarco dan bergerak lebih cepat daripada pemain bertahan Napoli. Sementara itu, gol kedua menunjukkan kemampuan yang sama dalam membaca situasi. Ketika bola liar berada di dalam kotak penalti, ia langsung mengambil posisi di area yang sulit dijangkau lawan.

Dua gol tersebut juga datang pada waktu yang tepat bagi Inter. Setelah tertinggal 0-2 dalam kurun tiga menit, tuan rumah sebenarnya bisa kehilangan kepercayaan diri. Namun, gol Lautaro tiga menit setelah gol kedua Napoli membuat pertandingan tetap hidup.

Thuram kemudian menyelesaikan pekerjaan untuk menyamakan skor sebelum Lautaro memberikan sentuhan terakhir.

Bagi Inter, kemenangan ini dapat memberikan efek psikologis yang besar untuk perjalanan panjang musim. Membalikkan keadaan melawan salah satu pesaing gelar setelah tertinggal dua gol menunjukkan bahwa tim tetap memiliki karakter kuat di bawah Chivu.

Selain itu, kemenangan terjadi menjelang jadwal berat berikutnya. Inter akan mengalihkan perhatian ke kompetisi Eropa setelah duel Serie A ini. Momentum kemenangan dramatis tentu menjadi bekal penting ketika tekanan pertandingan semakin tinggi.

Napoli, sebaliknya, harus segera memperbaiki kemampuan menjaga keunggulan. Mereka sudah berada di posisi ideal pada menit ke-53, tetapi dalam waktu kurang dari 40 menit seluruh situasi berubah.

San Siro akhirnya menjadi saksi salah satu pertandingan terbaik Serie A pada awal musim 2026/27. Napoli datang dan membangun keunggulan 2-0. Inter kemudian membalas dengan tiga gol, termasuk dua dari kaptennya.

Ketika pertandingan memasuki menit ke-91 dan hasil imbang terlihat semakin dekat, Lautaro kembali muncul.

Satu sentuhan dari jarak dekat mengubah pertandingan, menjaga start sempurna Inter, dan menambah satu lagi momen besar dalam perjalanan sang kapten bersama Nerazzurri. Jika persaingan gelar Serie A musim ini berlangsung ketat sampai akhir, comeback Inter Milan 3-2 Napoli bisa menjadi salah satu pertandingan yang terus diingat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *