Beranda / MMA / Zabit Magomedsharipov Kembali Bertanding Setelah Hampir Tujuh Tahun

Zabit Magomedsharipov Kembali Bertanding Setelah Hampir Tujuh Tahun

Hampir tujuh tahun setelah terakhir kali dunia melihatnya bertanding, Zabit Magomedsharipov akhirnya kembali ke arena kompetisi. Mantan penantang papan atas UFC tersebut tampil dalam main event ACBJJ 22 di Ora Arena, Istanbul, Turki, pada 30 Agustus 2026. Ia menghadapi petarung aktif UFC Youssef Zalal dalam pertandingan no-gi grappling kelas 70 kilogram. Tidak hanya kembali, Zabit langsung mendapatkan kemenangan. Petarung asal Dagestan itu mengalahkan Zalal melalui unanimous decision, sekaligus mencatat penampilan kompetitif pertamanya sejak mengalahkan Calvin Kattar di UFC pada November 2019.

Kemenangan tersebut segera menghidupkan kembali pembicaraan mengenai salah satu nama paling misterius dalam sejarah modern MMA. Zabit meninggalkan olahraga ketika kariernya sedang menanjak. Ia mencatat rekor profesional 18-1, memenangkan seluruh enam pertandingan UFC, mengalahkan nama seperti Jeremy Stephens dan Calvin Kattar, lalu menghilang sebelum pernah mendapatkan kesempatan memperebutkan sabuk featherweight. Namun, comeback di Istanbul bukan tanda bahwa Zabit akan kembali mengejar gelar UFC. Ia sudah menegaskan tidak merencanakan comeback MMA. Grappling menjadi jalan yang membuatnya kembali menikmati kompetisi, dan kemenangan atas Zalal bahkan membuka kemungkinan Zabit membangun babak kedua kariernya di atas matras.

Zabit Akhirnya Bertanding Lagi Setelah Penantian Hampir Tujuh Tahun

Tanggal 9 November 2019 menjadi penampilan terakhir Zabit di UFC ketika ia menghadapi Calvin Kattar dalam main event UFC Fight Night di Moskow. Pertarungan tersebut berakhir dengan kemenangan unanimous decision untuk Zabit dan memperpanjang rangkaian kemenangannya menjadi 14 pertandingan secara keseluruhan. Ia juga mempertahankan rekor sempurna 6-0 selama berkarier di UFC. Setelah malam tersebut, banyak penggemar mengira Zabit tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mendapatkan kesempatan memperebutkan gelar featherweight.

Namun, pertarungan berikutnya tidak pernah terjadi. Duel yang direncanakan melawan Yair Rodriguez mengalami masalah berulang kali. Zabit kemudian semakin jarang terlihat dalam pembicaraan UFC hingga akhirnya secara resmi meninggalkan MMA. Pada 2022, ia mengumumkan pensiun ketika baru berusia 31 tahun. Keputusan tersebut membuat kariernya berakhir dengan rekor 18 kemenangan dan hanya satu kekalahan.

Karena itu, kemunculannya di ACBJJ 22 membawa daya tarik berbeda. Penggemar tidak melihat Zabit bertanding selama hampir tujuh tahun. Lawan yang dipilih pun bukan sekadar nama untuk mempermudah comeback.

Youssef Zalal merupakan petarung aktif UFC yang memiliki kemampuan grappling berbahaya. Sebelum kalah dari mantan juara UFC Aljamain Sterling pada April 2026, Zalal menjalani rangkaian panjang tanpa kekalahan dan mengumpulkan sejumlah kemenangan submission. ACBJJ memberikan Zabit ujian nyata untuk mengetahui seberapa banyak kemampuan kompetitifnya masih tersisa setelah bertahun-tahun meninggalkan arena.

Jawabannya datang di Istanbul: Zabit masih mampu bersaing.

Youssef Zalal Tidak Memberikan Comeback yang Mudah

Pertandingan berlangsung kompetitif selama tujuh menit. Kedua petarung mengawali laga dengan pertarungan posisi dan hand fighting sebelum intensitas meningkat pada paruh berikutnya. Zalal menunjukkan bahwa dirinya tidak datang hanya untuk menjadi bagian dari pesta comeback mantan bintang UFC tersebut.

Zabit kemudian mulai mendapatkan posisi yang lebih menguntungkan. Ia berhasil membawa permainan ke area yang memungkinkan dirinya memberikan tekanan dari atas dan menciptakan beberapa ancaman submission. Zalal tetap memberikan perlawanan hingga akhir dan bahkan menyelesaikan pertandingan dengan momentum yang cukup kuat.

Salah satu momen menarik muncul ketika Zalal mencoba membangun triangle choke. Zabit merespons dengan mengangkat lawannya dan menggunakan slam untuk melepaskan ancaman tersebut. Pertukaran tersebut memperlihatkan bahwa insting kompetitif dan kemampuan grappling Zabit belum hilang meskipun ia sudah lama tidak bertanding.

Tidak ada submission yang tercipta hingga waktu pertandingan habis. Para juri kemudian memberikan kemenangan kepada Zabit melalui unanimous decision.

Zalal terlihat kecewa dengan hasil tersebut karena merasa dirinya melakukan cukup banyak untuk memenangkan pertandingan. Namun, ketiga juri tetap memberikan keputusan kepada Zabit.

Kemenangan itu mungkin tidak memiliki dampak terhadap rekor MMA 18-1 milik Zabit karena pertandingan berlangsung di bawah aturan grappling. Namun, dari sisi cerita, hasil tersebut memiliki arti besar. Setelah hampir tujuh tahun tanpa kompetisi, Zabit kembali menghadapi atlet UFC aktif dan langsung keluar sebagai pemenang.

Karier UFC Zabit Berakhir Ketika Ia Sedang Mendekati Puncak

Alasan nama Zabit tetap menarik perhatian setelah bertahun-tahun menghilang berkaitan dengan cara kariernya berakhir. Banyak petarung meninggalkan UFC setelah rangkaian kekalahan atau ketika kemampuan mereka mulai menurun. Zabit melakukan kebalikannya.

Ia pergi ketika belum terkalahkan di UFC.

Zabit bergabung dengan promosi tersebut pada 2017 dan langsung menarik perhatian melalui gaya bertarung yang tidak biasa. Dengan tinggi sekitar 185 sentimeter untuk kelas featherweight, ia memiliki jangkauan panjang dan mampu menggunakan berbagai teknik striking yang jarang terlihat. Tendangan berputar, serangan dari sudut tidak lazim, takedown, wrestling, serta submission membuat permainannya sulit diprediksi.

Enam pertandingan UFC menghasilkan enam kemenangan. Ia juga mendapatkan empat bonus pertandingan selama periode tersebut. Kemenangan atas Jeremy Stephens dan Calvin Kattar kemudian mengangkat namanya ke jajaran penantang elite featherweight.

Duel melawan Yair Rodriguez seharusnya menjadi langkah berikutnya. Namun, pertandingan itu berulang kali gagal berlangsung. Zabit menjelaskan pada 2026 bahwa siklus persiapan, weight cut, perjalanan ke Amerika Serikat, kemudian pembatalan pertandingan membuatnya semakin lelah dengan situasi tersebut.

Menurut Zabit, dirinya bahkan pernah memiliki pembicaraan mengenai peluang mendapatkan title shot apabila pertandingan dengan Rodriguez kembali gagal. Kesempatan itu pada akhirnya tidak pernah datang. UFC menawarkan lawan lain, sementara Zabit merasa jalannya menuju gelar tidak bergerak sesuai harapan.

Ia kemudian meninggalkan MMA dan membuat salah satu pertanyaan terbesar era featherweight tetap tidak terjawab: seberapa jauh Zabit sebenarnya bisa melangkah jika terus bertanding?

Zabit Tetap Tidak Berencana Kembali ke MMA

Kemenangan atas Zalal tentu membuat sebagian penggemar kembali membayangkan Zabit berada di dalam Octagon. Namun, comeback ACBJJ perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat.

Zabit kembali untuk grappling, bukan MMA.

Sebelum pertandingan, ia menjelaskan bahwa dirinya menyukai grappling dan kemungkinan akan terus berkompetisi dalam disiplin tersebut. Sebaliknya, Zabit merasa usianya sekarang membuat comeback penuh ke MMA tidak lagi menjadi pilihan yang menarik. Ia berusia 35 tahun pada 2026 dan sudah menghabiskan hampir tujuh tahun tanpa pertandingan MMA.

Keputusan tersebut cukup masuk akal. Kembali ke UFC atau organisasi MMA lain akan membutuhkan training camp lengkap, striking sparring, persiapan wrestling, weight cut, dan risiko cedera yang jauh lebih besar. Grappling memungkinkan Zabit menggunakan salah satu bagian terbaik dari kemampuan bertarungnya tanpa harus kembali menjalani keseluruhan tuntutan MMA profesional.

Ia juga tidak menunjukkan penyesalan besar mengenai keputusan meninggalkan UFC. Menjelang pertandingan dengan Zalal, Zabit mengatakan dirinya menerima kenyataan bahwa kesempatan menjadi juara UFC tidak pernah terwujud.

Artinya, ACBJJ 22 tidak perlu dipandang sebagai langkah pertama menuju comeback UFC. Pertandingan tersebut justru dapat menjadi awal dari sesuatu yang berbeda.

Zabit mungkin sudah menutup buku MMA, tetapi ternyata ia belum sepenuhnya selesai dengan kompetisi.

Comeback Pertama Zabit Sebenarnya Hampir Terjadi Sebulan Lebih Awal

Perjalanan menuju Istanbul juga tidak berjalan mulus. Zabit awalnya dijadwalkan kembali pada ACBJJ 21 di Moskow pada 5 Juli 2026. Saat itu, ia seharusnya menghadapi petarung UFC Raul Rosas Jr. dalam pertandingan no-gi grappling 70 kilogram.

Antusiasme langsung meningkat karena pertandingan tersebut seharusnya menjadi penampilan kompetitif pertama Zabit sejak 2019. Namun, hanya beberapa hari sebelum event, Zabit menarik diri akibat cedera yang tidak dijelaskan secara rinci. Adiknya, Khasan Magomedsharipov, kemudian menggantikannya.

Situasi itu membuat comeback Zabit kembali menjadi tanda tanya. Setelah bertahun-tahun muncul rumor mengenai kemungkinan kembali bertanding, pembatalan pada Juli terasa seperti pengulangan cerita lama.

ACBJJ kemudian menjadwalkannya menghadapi Zalal pada 30 Agustus di Istanbul.

Kali ini Zabit berhasil melewati seluruh proses persiapan dan benar-benar memasuki arena. Ia mengaku mempersiapkan diri dengan serius selama dua hingga tiga bulan menjelang pertandingan. Meski demikian, Zabit juga tidak menutupi bahwa tujuh tahun tanpa kompetisi meninggalkan efek.

Setelah pertandingan, ia mengakui comeback terasa berat dan dirinya masih merasakan “karat” akibat waktu istirahat yang begitu panjang. Namun, pengalaman tersebut tampaknya justru meningkatkan keinginannya untuk kembali bertanding.

Jika comeback pertama hanya menjadi percobaan untuk mengetahui kondisi tubuhnya, hasil di Istanbul memberikan jawaban positif.

Zabit Sekarang Ingin Mengejar Sabuk ACBJJ

Bagian paling menarik justru muncul setelah pertandingan selesai.

Zabit tidak berbicara seperti seseorang yang baru datang untuk satu pertandingan nostalgia. Setelah mengalahkan Zalal, ia mengungkapkan keinginan untuk kembali bertanding dalam waktu relatif dekat.

Mantan bintang UFC tersebut mengatakan ingin kembali dalam sekitar dua atau tiga bulan, mendapatkan kemenangan lain, kemudian mencoba bertarung untuk sabuk ACBJJ jika kesempatan tersedia.

Pernyataan tersebut mengubah perspektif terhadap comeback-nya. Sebelum ACBJJ 22, pertanyaan terbesar hanya apakah Zabit masih ingin berkompetisi. Sekarang pertanyaannya berubah menjadi seberapa serius ia akan menjalani karier grappling.

ACBJJ sendiri menjadi tempat menarik bagi langkah berikutnya. Organisasi tersebut sering menghadirkan petarung MMA terkenal dalam pertandingan grappling. Card di Istanbul menjadi contoh jelas. Selain Zabit dan Zalal, mantan juara UFC Belal Muhammad menghadapi Kerim Engizek, sedangkan Muhammad Mokaev juga tampil pada event yang sama.

Belal bahkan memenangkan pertandingannya melalui rear-naked choke. Sementara itu, Mokaev mengalahkan Moris Boleian untuk mendapatkan ACBJJ 60 kg Grand Title. Brendan Allen juga tampil dan mempertahankan gelarnya melalui heel hook.

Lingkungan seperti itu memberikan banyak kemungkinan pertandingan menarik untuk Zabit. Ia dapat menghadapi grappler murni, mantan petarung UFC, maupun nama aktif MMA yang ingin berkompetisi di luar cage.

Yang paling penting, Zabit sendiri sekarang terlihat tertarik untuk melanjutkan perjalanan tersebut.

Salah Satu “What If” Terbesar MMA Akhirnya Punya Babak Baru

Sulit membicarakan Zabit Magomedsharipov tanpa menyebut dua kata yang selama bertahun-tahun melekat pada namanya: “what if?”

Bagaimana jika pertandingan melawan Yair Rodriguez tidak berkali-kali batal? Bagaimana jika Zabit mendapatkan title shot? Bagaimana jika ia bertemu Alexander Volkanovski ketika keduanya berada di puncak divisi featherweight? Bagaimana jika ia tidak pensiun pada usia 31 tahun?

Tidak ada jawaban untuk pertanyaan tersebut.

Catatan kariernya berhenti pada 18-1. Enam pertandingan UFC menghasilkan enam kemenangan. Ia mengalahkan Calvin Kattar dalam pertandingan terakhirnya dan kemudian pergi sebelum mengetahui seberapa tinggi batas kemampuannya.

Namun, comeback pada 2026 memberikan sedikit penutup untuk rasa penasaran yang selama ini mengikuti namanya.

Zabit memang tidak kembali untuk mengejar sabuk UFC. Ia juga tidak mencoba menghidupkan kembali karier MMA yang sudah ditinggalkannya. Sebaliknya, ia menemukan arena baru yang masih memungkinkan dirinya berkompetisi tanpa harus mengulang seluruh kehidupan sebagai petarung MMA profesional.

Dan pada pertandingan pertamanya setelah hampir tujuh tahun, ia langsung menghadapi lawan berkualitas.

Youssef Zalal bukan petarung pensiunan yang dipilih untuk membuat comeback terlihat mudah. Ia merupakan atlet UFC aktif dengan kemampuan submission yang sudah teruji. Zabit harus bekerja keras selama tujuh menit sebelum akhirnya mendapatkan keputusan ketiga juri.

Itulah yang membuat hasil di Istanbul terasa lebih berarti.

Zabit tidak kembali dengan tendangan spektakuler seperti masa UFC-nya. Tidak ada knockout atau submission dramatis. Namun, setelah hampir tujuh tahun meninggalkan kompetisi, ia kembali ke matras, menghadapi petarung UFC aktif, dan menang.

Lebih penting lagi, ia keluar dari arena dengan keinginan untuk melakukannya lagi.

Karier MMA Zabit Magomedsharipov mungkin memang sudah selesai. Misteri tentang seberapa hebat dirinya jika bertahan di UFC juga mungkin tidak akan pernah mendapatkan jawaban.

Tetapi pada usia 35 tahun, kisah kompetitif Zabit ternyata belum sepenuhnya berakhir.

Tujuh tahun setelah kemenangan terakhirnya atas Calvin Kattar, Zabit Magomedsharipov kembali bertanding. Dan seperti terakhir kali dunia melihatnya berkompetisi, ia kembali pulang sebagai pemenang.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *