Beranda / Kejuaraan Dunia / Joshua Pacio Siap Pertahankan Gelar Dunia ONE Melawan Keito Yamakita

Joshua Pacio Siap Pertahankan Gelar Dunia ONE Melawan Keito Yamakita

Joshua Pacio kembali mendapatkan tantangan besar dalam upayanya mempertahankan takhta divisi strawweight ONE Championship. Juara dunia asal Filipina tersebut dijadwalkan menghadapi petarung Jepang Keito Yamakita dalam perebutan ONE Strawweight MMA World Championship pada ONE SAMURAI 5, Rabu, 18 November 2026. Pertarungan akan berlangsung di EBARA WAVE Arena Ota, Tokyo, sekaligus membawa Pacio ke wilayah lawan untuk mempertahankan sabuk emasnya. ONE Championship resmi mengumumkan duel tersebut pada 31 Agustus 2026.

Pertarungan ini mempertemukan dua petarung yang sedang berada dalam momentum kuat. Pacio baru saja mencatat kemenangan submission ronde pertama atas Mansur Malachiev pada Juli, sedangkan Yamakita datang dengan lima kemenangan beruntun. Sang penantang asal Jepang memiliki rekor profesional 13-1 dan dikenal melalui permainan wrestling serta submission yang agresif. Pacio membawa pengalaman jauh lebih besar di panggung perebutan gelar, tetapi Yamakita akan bertanding di negaranya sendiri dengan kesempatan terbesar sepanjang karier.

Joshua Pacio Kembali Membawa Sabuk Dunia ke Tokyo

ONE SAMURAI 5 menjadi bagian dari ekspansi besar ONE Championship di Jepang sepanjang 2026. Promotor tersebut membangun seri ONE SAMURAI sebagai agenda rutin di Negeri Sakura, dan pertarungan Pacio melawan Yamakita memberikan daya tarik besar karena mempertemukan juara Filipina dengan penantang tuan rumah. ONE telah memastikan duel mereka berlangsung di EBARA WAVE Arena Ota pada 18 November.

Bagi Pacio, lokasi pertandingan menambah tantangan. Ia tidak hanya harus menghadapi salah satu grappler paling berbahaya di divisinya, tetapi juga bertanding di depan pendukung Yamakita. Namun, situasi seperti itu bukan pengalaman baru. Petarung berjuluk “The Passion” tersebut sudah menjalani banyak laga besar di berbagai negara sepanjang kariernya bersama ONE.

Pacio memasuki duel dengan rekor profesional 24 kemenangan dan lima kekalahan. Dari 24 kemenangan tersebut, 19 berakhir melalui penyelesaian sebelum batas waktu. Rekornya di ONE berada pada angka 15-5 dengan 10 kemenangan melalui finish. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Pacio bukan juara yang hanya mengandalkan kemenangan angka.

Usianya kini 30 tahun dan pengalamannya di pertandingan besar menjadi salah satu keuntungan utama. Pacio telah melewati beberapa generasi penantang strawweight, kehilangan gelar, merebutnya kembali, lalu membangun dirinya menjadi salah satu figur terpenting dalam sejarah divisi tersebut.

Kini satu nama baru mencoba menghentikannya.

Keito Yamakita mendapatkan kesempatan tersebut setelah membangun rangkaian kemenangan yang sulit diabaikan.

Tiga Kali Jadi Juara Dunia, Pacio Sudah Melewati Banyak Perang

Perjalanan Joshua Pacio menuju statusnya sekarang tidak berlangsung lurus. Ia pertama kali merebut ONE Strawweight MMA World Championship pada 2018 ketika masih berusia 22 tahun. Pacio mengalahkan Yoshitaka “Nobita” Naito dalam pertemuan kedua mereka dan untuk pertama kalinya berdiri sebagai juara dunia.

Namun, sabuk tersebut tidak bertahan lama di tangannya. Yosuke Saruta mengalahkan Pacio pada pertahanan pertama. Kekalahan itu tidak menghentikan perjalanan sang petarung Filipina. Pacio kembali menghadapi Saruta pada tahun yang sama dan merebut kembali gelar melalui kemenangan knockout.

Periode keduanya sebagai juara jauh lebih stabil. Pacio mempertahankan gelar tiga kali sebelum akhirnya bertemu Jarred Brooks pada 2022. Brooks berhasil mengalahkannya dan mengambil alih takhta strawweight.

Rivalitas Pacio dan Brooks kemudian berkembang menjadi salah satu cerita terbesar divisi tersebut. Pacio kembali merebut gelar pada 2024 dalam pertandingan kedua melawan Brooks. Setahun kemudian, keduanya kembali bertemu untuk menyatukan ONE Strawweight MMA World Championship. Pacio memenangkan pertarungan trilogi pada ONE 171: Qatar dan memperkuat statusnya sebagai penguasa divisi.

Pacio sekarang sudah menjalani tiga periode berbeda sebagai ONE Strawweight MMA World Champion. ONE mencatat hanya ada dua petarung dalam sejarah promosi yang mampu menjalani tiga periode sebagai pemegang gelar dunia yang sama.

Pencapaian itu menjelaskan besarnya tantangan yang menunggu Yamakita. Ia tidak hanya menghadapi pemegang sabuk saat ini, melainkan petarung yang sudah berkali-kali membuktikan kemampuannya bangkit setelah kehilangan gelar.

Kemenangan atas Mansur Malachiev Jadi Peringatan bagi Penantang

Pertarungan terakhir Pacio semakin memperkuat statusnya menjelang duel di Tokyo. Pada Juli 2026, ia menghadapi Mansur Malachiev dalam sebuah rematch di The Inner Circle 21. Malachiev membawa kemampuan grappling tingkat tinggi dan sebelumnya memberikan tantangan serius kepada Pacio.

Namun, pertemuan kedua mereka berakhir sangat berbeda.

Pacio menyelesaikan Malachiev melalui submission pada ronde pertama. Kemenangan tersebut menjadi bukti perkembangan permainan bawah yang selama bertahun-tahun ia bangun untuk melengkapi dasar wushu dan kemampuan striking miliknya.

Perkembangan tersebut menjadi sangat relevan menjelang pertandingan melawan Yamakita. Penantang asal Jepang kemungkinan besar akan mencoba membawa pertarungan ke bawah. Wrestling, kontrol posisi, dan submission menjadi bagian terkuat dari permainan “Pocket Monk”.

Dulu, strategi tersebut mungkin menjadi pendekatan paling jelas untuk menghadapi Pacio. Namun, kemenangan atas Malachiev menunjukkan bahwa sang juara sekarang jauh lebih nyaman menghadapi petarung yang ingin bergulat.

Pacio sendiri menilai perkembangan grappling-nya berasal dari proses panjang. Ia tidak hanya berlatih untuk bertahan dari takedown, tetapi juga meningkatkan kemampuan menyerang ketika pertarungan memasuki ground game. Hasilnya terlihat ketika ia mampu menyelesaikan seorang grappler berbahaya melalui submission.

Yamakita sekarang harus mencari jawaban baru. Jika ia gagal mendominasi Pacio di bawah, pertarungan dapat berubah menjadi situasi yang lebih menguntungkan bagi sang juara.

Keito Yamakita Datang dengan Lima Kemenangan Beruntun

Meski Pacio memiliki pengalaman besar, Yamakita tidak mendapatkan kesempatan perebutan gelar secara kebetulan. Petarung Jepang tersebut membangun rekor profesional 13-1, termasuk 6-1 sejak bergabung dengan ONE Championship. Enam dari 13 kemenangan profesionalnya berakhir melalui finish.

Yamakita berasal dari latar belakang freestyle wrestling dan kemudian mengembangkan Brazilian Jiu-Jitsu sebagai bagian penting dari permainannya. Sebelum bergabung dengan ONE, ia membangun rekor sempurna 7-0 dan pernah menjadi juara strawweight Pancrase.

Ia bergabung dengan ONE setelah membuktikan kualitasnya di Jepang. Hasilnya cukup mengesankan. Yamakita mampu mengalahkan sejumlah nama yang memahami tekanan pertandingan besar, termasuk dua mantan ONE Strawweight MMA World Champion, Alex Silva dan Yosuke Saruta.

Pada April 2026, Yamakita menghadapi Ryohei Kurosawa di ONE SAMURAI 1. Ia memenangkan pertandingan melalui armbar pada menit 1:31 ronde kedua. Kemenangan tersebut memperpanjang momentum sekaligus memperlihatkan ancaman submission yang ia bawa.

ONE kemudian mempertemukannya dengan Koyuru Tanoue pada ONE SAMURAI 2, 8 Agustus. Sebelum laga tersebut, promotor sudah menyebut kemenangan impresif dapat membawa Yamakita semakin dekat menuju kesempatan menghadapi Pacio. Ia berhasil menjaga momentumnya dan sekarang membawa lima kemenangan beruntun menuju pertandingan terbesar sepanjang karier.

Pada usia 30 tahun, Yamakita berada pada fase yang ideal untuk mencoba merebut sabuk. Ia memiliki pengalaman, momentum, dan kesempatan bertanding di Tokyo. Namun, semua itu baru berarti jika ia mampu menyelesaikan masalah terbesar divisi strawweight: Joshua Pacio.

Duel Striking Pacio Melawan Wrestling Yamakita Jadi Kunci

Secara gaya bertarung, pertandingan ini memiliki potensi menjadi duel taktik yang sangat menarik. Pacio tumbuh dari latar belakang wushu dan selama bertahun-tahun dikenal sebagai striker eksplosif. Ia mampu menghasilkan serangan dari berbagai sudut dan memiliki kekuatan untuk menyelesaikan pertandingan.

Namun, menggambarkan Pacio hanya sebagai striker sudah tidak cukup. Evolusi grappling membuatnya jauh lebih lengkap. Kemampuan tersebut kemungkinan menentukan bagaimana Yamakita menyusun strategi.

Yamakita memiliki pendekatan berbeda. Wrestling menjadi fondasi utama permainannya. Ia ingin mengurangi ruang lawan, mencari takedown, mengontrol posisi, kemudian menciptakan peluang submission. ONE menggambarkan duel ini sebagai pertemuan kemampuan striking dan submission Pacio melawan wrestling serta ground control Yamakita.

Pertanyaan terbesar muncul pada fase transisi.

Jika Yamakita mampu terus membawa Pacio ke bawah, ia dapat mengurangi ancaman striking sang juara. Sebaliknya, setiap takedown yang gagal dapat memberikan kesempatan Pacio menyerang ketika keduanya kembali berdiri. Menghabiskan energi untuk wrestling juga dapat menjadi masalah jika pertarungan berlangsung panjang.

Pacio sudah terbiasa dengan pertandingan perebutan gelar dan tekanan lima ronde. Pengalaman tersebut menjadi keuntungan yang tidak bisa diabaikan. Yamakita harus membuktikan bahwa permainannya tetap efektif ketika menghadapi juara yang mampu beradaptasi selama pertarungan.

Filipina Melawan Jepang Kembali Jadi Cerita Besar ONE

Pertandingan Pacio dan Yamakita juga meneruskan rivalitas panjang antara petarung Filipina dan Jepang di ONE Championship. Pacio sendiri sudah berkali-kali berada di tengah rivalitas tersebut.

Yoshitaka Naito menjadi lawan yang ia kalahkan ketika pertama kali merebut gelar. Setelah itu, Yosuke Saruta mengambil sabuk darinya sebelum Pacio merebutnya kembali melalui knockout. Kini Yamakita menjadi petarung Jepang berikutnya yang mencoba membawa gelar strawweight ke negaranya.

Ada elemen menarik lainnya. Yamakita sudah mengalahkan Saruta, salah satu mantan juara yang pernah menaklukkan Pacio. Namun, MMA tidak bekerja melalui perbandingan sederhana antara hasil pertandingan. Gaya bertarung, kondisi atlet, dan strategi dapat menghasilkan situasi yang berbeda setiap kali mereka masuk arena.

ONE juga memberikan perhatian besar kepada pasar Jepang sepanjang 2026. Promotor meluncurkan seri ONE SAMURAI dan menggelar sejumlah acara di Tokyo. Edisi pertama pada April bahkan menghadirkan beberapa pertandingan perebutan gelar serta pertandingan terakhir Takeru Segawa.

ONE SAMURAI 5 sekarang mendapatkan pertandingan kejuaraan dunia yang memiliki narasi regional kuat. Yamakita mencoba merebut sabuk di kandang sendiri, sementara Pacio datang membawa kebanggaan Filipina dan reputasinya sebagai penguasa strawweight.

Satu Kemenangan Bisa Semakin Mengukuhkan Warisan Joshua Pacio

Taruhan terbesar tentu berada pada sabuk ONE Strawweight MMA World Championship. Namun, bagi Pacio, pertandingan ini juga berkaitan dengan warisan.

Ia sudah tiga kali menjadi juara. Ia sudah menghadapi beberapa generasi petarung strawweight. Pacio pernah kehilangan sabuk lebih dari sekali dan selalu menemukan jalan untuk kembali ke puncak.

Kemenangan atas Yamakita akan menambahkan satu nama lagi dalam daftar penantang yang gagal menggulingkannya. Terlebih lagi, Pacio harus melakukannya di Tokyo, di depan publik yang kemungkinan besar mendukung lawannya.

ONE bahkan menggambarkan Pacio sebagai salah satu juara paling dominan dalam sejarah strawweight MMA. Rekor 24-5, 19 kemenangan melalui finish, tiga periode sebagai juara, serta kemenangan atas sejumlah mantan pemegang gelar membangun argumen kuat untuk status tersebut.

Namun, situasi yang sama memberikan peluang luar biasa kepada Yamakita. Mengalahkan Pacio akan langsung mengubah posisinya dari penantang berbahaya menjadi raja baru divisi strawweight. Ia juga dapat memberikan Jepang seorang juara dunia baru di tengah ekspansi ONE SAMURAI.

Karena itu, pertandingan pada 18 November 2026 membawa dua kemungkinan yang sama menarik.

Joshua Pacio dapat kembali membuktikan bahwa generasi penantang baru masih belum mampu mengambil takhtanya. Atau Keito Yamakita dapat menggunakan momentum lima kemenangan beruntun untuk menghasilkan salah satu kemenangan terbesar dalam MMA Jepang tahun ini.

Sampai malam pertarungan tiba, satu hal sudah jelas. Pacio tidak mendapatkan pertahanan gelar yang mudah.

Di Tokyo nanti, “The Passion” akan mempertaruhkan sabuk 26 pon emas ONE Championship melawan seorang grappler Jepang yang hanya pernah kalah sekali sepanjang karier profesionalnya.

Joshua Pacio masih menjadi raja strawweight. Keito Yamakita sekarang mendapatkan kesempatan untuk membuktikan apakah era sang juara akhirnya bisa dihentikan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *