Belanda menutup World Rowing Championships 2026 dengan cara yang sulit lebih sempurna. Bertanding di depan publik sendiri di Bosbaan, Amsterdam, tim tuan rumah keluar sebagai pemuncak klasemen medali setelah mengumpulkan empat emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Namun, keberhasilan Belanda bukan satu-satunya cerita besar dari kejuaraan yang berlangsung pada 24–30 Agustus tersebut. Kondisi cepat di lintasan ikut menghasilkan empat world best times, sementara sejumlah pencapaian bersejarah lahir dari berbagai negara. Kejuaraan tahun ini menghadirkan 814 atlet dari 64 negara, dengan 22 negara berhasil membawa pulang setidaknya satu medali.
Puncak pesta Belanda terjadi pada hari terakhir. Tim tuan rumah mempertahankan gelar men’s eight melalui duel luar biasa melawan Inggris Raya, sementara Simon van Dorp dan Roos de Jong memenangkan mixed double sculls dengan catatan 6 menit 15,80 detik. Van Dorp bahkan meninggalkan Amsterdam dengan dua medali emas setelah sebelumnya menjuarai men’s double sculls bersama Melvin Twellaar. Di tengah dominasi Belanda, Romania, Amerika Serikat, Jerman, hingga Inggris Raya juga menghasilkan cerita besar. Kejuaraan ini pada akhirnya bukan sekadar pesta tuan rumah, tetapi menjadi salah satu World Rowing Championships yang penuh rekor dan pencapaian bersejarah.
Belanda Tutup Kejuaraan Dunia sebagai Negara Terbaik
Keuntungan tampil di kandang tidak selalu mudah dimanfaatkan. Tekanan publik justru dapat menjadi beban ketika atlet memasuki pertandingan dengan status favorit. Namun, Belanda mampu mengubah dukungan ribuan penonton menjadi energi sepanjang pekan kompetisi. Mereka menutup turnamen dengan empat emas dan total 10 medali, cukup untuk menempati posisi teratas klasemen. Jerman berada di antara pesaing utama dengan tiga emas, sementara Amerika Serikat juga mendapatkan tiga emas dan enam perunggu. Romania turut mengoleksi tiga emas melalui performa impresif pada sejumlah nomor.
Belanda sebenarnya menyamai jumlah empat emas yang mereka raih pada Kejuaraan Dunia 2025 di Shanghai. Komposisi pemenangnya berubah. Mereka berhasil mempertahankan gelar men’s eight dan women’s quadruple sculls, kemudian menambahkan emas dari men’s double sculls serta mixed double sculls. Hasil tersebut menggantikan emas women’s double sculls dan women’s eight yang mereka raih setahun sebelumnya.
Tidak semua target tuan rumah berjalan sesuai rencana. Roos de Jong dan Benthe Boonstra menjadi dua wajah utama promosi kejuaraan, tetapi mereka harus puas dengan perak women’s double sculls setelah kalah dalam sprint melawan pasangan Irlandia. Women’s eight Belanda bahkan gagal meraih medali. Meski demikian, keberhasilan pada nomor lain menjaga posisi mereka di puncak.
Atmosfer Bosbaan semakin hidup ketika kompetisi memasuki akhir pekan. Tribun terjual habis pada Sabtu dan Minggu, sedangkan penggemar dari lebih dari 200 negara dan wilayah mengikuti perlombaan melalui televisi serta platform digital World Rowing. Dukungan tersebut mendapatkan balasan terbaik ketika atlet Belanda menghasilkan beberapa kemenangan terbesar tepat pada hari terakhir.
Duel Men’s Eight Berakhir dengan Selisih Hanya 0,06 Detik
Final men’s eight menjadi salah satu perlombaan paling dramatis sepanjang kejuaraan. Jerman membuka balapan dengan cepat sebelum Belanda mulai mengambil kendali. Amerika Serikat dan Australia tetap menempel, sementara Inggris Raya perlahan membangun kecepatannya untuk menyerang pada bagian akhir lintasan.
Memasuki 500 meter terakhir, lima kru teratas hanya terpisah sekitar dua detik. Inggris kemudian meningkatkan tempo secara luar biasa dan terus memangkas keunggulan Belanda. Tuan rumah merespons dengan mempertahankan ritme hingga garis finis. Hasil akhirnya begitu tipis sehingga penentuan emas membutuhkan pemeriksaan foto finis.
Belanda menang dengan catatan 5:17,75, hanya 0,06 detik lebih cepat daripada Inggris Raya. Catatan tersebut menjadikan Belanda sebagai kru pertama yang menembus batas 5 menit 18 detik pada men’s eight. Australia merebut perunggu dengan 5:18,28 dan juga melampaui rekor terbaik sebelumnya.
Kemenangan tersebut sekaligus membuat Belanda berhasil mempertahankan gelar dunia nomor men’s eight. Pieter van Veen menggambarkan hasil itu sebagai sesuatu yang luar biasa setelah timnya mampu bertahan dari serangan Inggris pada meter-meter terakhir.
Hasil men’s eight menjadi salah satu dari empat world best times yang tercipta sepanjang kejuaraan. Menariknya, tiga dari empat catatan tersebut muncul pada hari terakhir ketika kondisi angin belakang membuat Bosbaan menjadi lintasan yang sangat cepat.
Empat World Best Times Warnai Pekan Luar Biasa di Amsterdam
Amerika Serikat membuka rangkaian rekor melalui women’s four pada Sabtu. Kate Knifton, Azja Czajkowski, Teal Cohen, dan Molly Bruggeman menyelesaikan final dalam 6:09,87 untuk mendapatkan emas sekaligus world best time. Australia finis kedua dengan 6:12,40, sedangkan Belanda mengambil perunggu melalui catatan 6:13,74.
Sehari kemudian, tiga catatan terbaik dunia kembali pecah. Belanda mencetak 5:17,75 pada men’s eight, lalu Romania menghasilkan 5:51,88 pada women’s eight. Romania memperbaiki catatan mereka sendiri yang sebelumnya tercipta pada Olimpiade Paris 2024. Inggris Raya merebut perak dan mencatat hasil terbaik mereka sepanjang sejarah nomor tersebut, sedangkan Amerika Serikat membawa pulang perunggu.
World best keempat datang dari mixed double sculls. Simon van Dorp dan Roos de Jong mencatat 6:15,80, jauh melampaui 6:22,42 yang dibuat pasangan Amerika Serikat Sophia Vitas dan Cedar Cunningham pada semifinal. Catatan semifinal tersebut sendiri sudah sekitar dua detik lebih cepat daripada world best milik Irlandia sejak nomor mixed double sculls menjalani debut Kejuaraan Dunia di Shanghai pada 2025.
Dengan demikian, empat world best times resmi pada Amsterdam 2026 datang dari men’s eight, women’s eight, women’s four, dan mixed double sculls. Selain itu, tiga World Rowing Championships best times tercipta pada PR1 men’s single sculls, PR1 women’s single sculls, dan women’s pair.
Catatan tersebut membuat Amsterdam 2026 memiliki tempat khusus dalam sejarah dayung. World best time dalam olahraga ini tidak disebut “world record” secara resmi karena kondisi lintasan, cuaca, arus, dan angin dapat berbeda antara satu venue dengan venue lainnya. Namun, catatan tersebut tetap menjadi tolok ukur performa tercepat yang pernah tercatat dalam nomor bersangkutan.
Simon van Dorp Jadi Bintang Besar Tuan Rumah
Di antara keberhasilan Belanda, Simon van Dorp muncul sebagai salah satu atlet paling menonjol. Ia meninggalkan Amsterdam dengan dua medali emas setelah memenangkan men’s double sculls dan mixed double sculls. World Rowing mencatat Van Dorp sebagai atlet putra pertama yang berhasil mendapatkan dua gelar dunia dalam satu edisi kejuaraan.
Emas pertamanya datang bersama Melvin Twellaar pada men’s double sculls. Pasangan Belanda menyelesaikan final dalam 6:04,42, unggul lebih dari tiga detik atas Serbia yang mendapatkan perak. Belgia finis ketiga. Van Dorp dan Twellaar sudah menunjukkan kekuatan sejak semifinal sebelum menguasai final.
Namun, penampilan Van Dorp bersama Roos de Jong pada mixed double sculls menjadi salah satu momen paling penting bagi klasemen akhir. Ketika pasangan tersebut melewati garis finis dengan 6:15,80, emas keempat Belanda memastikan tuan rumah berada di puncak klasemen medali.
De Jong juga mengakhiri kejuaraan dengan dua medali. Sebelum mendapatkan emas bersama Van Dorp, ia membawa pulang perak women’s double sculls. Margaret Cremen dari Irlandia menjalani perjalanan serupa dengan emas women’s double sculls dan perak mixed double sculls.
Keberhasilan Van Dorp menambah kedalaman prestasi Belanda. Mereka tidak hanya mengandalkan satu nomor unggulan, melainkan mampu mendapatkan emas dari format beregu besar hingga double sculls. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu alasan tuan rumah akhirnya mengungguli rival-rival mereka.
Romania Cetak Sejarah, Jerman Samai Rekor Inggris Raya
Belanda memang menjadi juara umum, tetapi Romania menghasilkan salah satu pencapaian individu paling luar biasa. Simona Radis dan Adriana Adam masing-masing memenangkan tiga medali emas dalam satu edisi Kejuaraan Dunia. World Rowing mencatat belum pernah ada atlet yang memenangkan tiga emas dalam satu World Rowing Championships sebelum keduanya melakukannya di Amsterdam.
Radis dan Adam lebih dahulu memenangkan women’s pair pada Jumat. Keduanya kemudian membantu women’s eight Romania mencetak world best time 5:51,88. Hanya sekitar 20 menit setelah menerima medali dari nomor tersebut, mereka kembali turun bersama mixed eight Romania dan sukses mempertahankan gelar yang diraih di Shanghai setahun sebelumnya.
Prestasi itu membawa Radis masuk kelompok elite yang memiliki sedikitnya delapan emas Kejuaraan Dunia. Matthew Pinsent dari Inggris Raya dan Daniele Gilardoni dari Italia masih memimpin dengan masing-masing 10 emas, tetapi Radis kini memiliki kesempatan mendekati atau bahkan melewati catatan tersebut pada kejuaraan berikutnya di Lucerne.
Jerman juga mencatat sejarah melalui Oliver Zeidler. Ia meraih gelar dunia keempat pada men’s single sculls dan membantu negaranya mengakhiri Amsterdam dengan tiga emas. Keberhasilan tersebut membuat Jerman menyamai Inggris Raya di puncak daftar emas sepanjang masa World Rowing Championships dengan 86 gelar. Dalam jumlah keseluruhan medali, Jerman memimpin sejarah kejuaraan dengan 247 medali, sedangkan Inggris Raya memiliki 225.
Sementara itu, Lauren Henry menjadi perempuan Inggris pertama yang memenangkan women’s single sculls. Setahun sebelumnya, Henry hanya kalah 0,03 detik dari Fiona Murtagh asal Irlandia. Kali ini ia membalikkan keadaan melalui performa dominan di Bosbaan.
Amsterdam 2026 Jadi Kejuaraan Dunia Penuh Sejarah
Besarnya Kejuaraan Dunia Dayung 2026 terlihat dari jumlah peserta. Sebanyak 814 atlet dari 64 negara turun di Amsterdam. Dari seluruh peserta tersebut, 22 negara berhasil mendapatkan setidaknya satu medali dan 12 negara memenangkan sedikitnya satu emas.
Beberapa negara bahkan mencatat sejarah pertama mereka. Uzbekistan memenangkan emas Kejuaraan Dunia pertamanya melalui lightweight men’s double sculls. Atlet putri Meksiko juga menghasilkan dua emas pertama negara tersebut di nomor lightweight single dan double sculls. Swiss mendapatkan medali pertamanya untuk kru putri melalui women’s double sculls.
Amerika Serikat turut mencatat tonggak penting ketika memenangkan PR3 mixed coxed four. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri rangkaian dominasi Inggris Raya yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam nomor tersebut selama 15 tahun.
Somalia dan Suriah bahkan menjalani debut pada World Rowing Championships senior. Abdirahman Hassan mewakili Somalia pada men’s single sculls setelah sebelumnya tampil pada dua Kejuaraan Dunia U-23. Sementara itu, Suriah menurunkan Sukaina Atal dan Devi Lockwood hanya beberapa bulan setelah berdirinya Syrian Rowing Association.
Semua pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa Amsterdam 2026 memiliki arti lebih besar daripada sekadar klasemen medali. Ada negara yang memperkuat dominasi, ada atlet yang memecahkan batas kecepatan, dan ada pula negara yang baru memulai perjalanan mereka di panggung dunia.
Bagi Belanda, hasil akhirnya tetap menjadi penutup yang sempurna. Mereka tampil di depan publik sendiri, mendapatkan empat emas, menguasai klasemen medali, mempertahankan gelar men’s eight, serta menghasilkan dua world best times pada hari terakhir melalui men’s eight dan mixed double sculls.
World Rowing Championships berikutnya akan berlangsung di Lucerne, Swiss, pada 2027, ketika tekanan akan meningkat karena musim tersebut menjadi bagian penting menuju kualifikasi Olimpiade dan Paralimpiade.
Namun, sebelum perhatian beralih ke Lucerne, Amsterdam meninggalkan standar yang tinggi. Empat world best times, 814 atlet, 64 negara, 22 negara peraih medali, serta kemenangan tuan rumah membuat edisi 2026 layak dikenang sebagai salah satu kejuaraan paling menarik dalam sejarah modern dayung.
Dan bagi Belanda, tidak ada penutup yang lebih indah: berpesta di Bosbaan sebagai negara terbaik di dunia pada Kejuaraan Dunia Dayung 2026.




