Beranda / MMA / Stamp Fairtex Isyaratkan Comeback MMA Setelah Kembali ke Jalur Kemenangan

Stamp Fairtex Isyaratkan Comeback MMA Setelah Kembali ke Jalur Kemenangan

Stamp Fairtex kembali menegaskan bahwa perjalanan kariernya belum selesai. Bintang asal Thailand itu baru saja meraih kemenangan penting atas Selina Flores melalui split decision pada main event ONE Fight Night 47 di Lumpinee Stadium, Bangkok, Jumat, 4 September 2026 waktu Amerika Serikat atau Sabtu pagi waktu Thailand. Kemenangan tersebut memang terjadi dalam aturan Muay Thai, tetapi cerita terbesar setelah pertandingan justru datang dari rencana Stamp berikutnya. Mantan juara dunia tiga cabang ONE itu menyatakan bahwa ia ingin kembali bertanding di MMA, disiplin yang pernah membawanya menjadi juara dunia atomweight.

Stamp mengakui performanya melawan Flores belum kembali ke level terbaik. Ia menilai dirinya baru sekitar “80 persen” dan masih kecewa karena kemenangan tersebut hanya datang melalui keputusan terbelah. Namun, rasa percaya dirinya terlihat jauh lebih baik dibanding dua penampilan sebelumnya, ketika kekhawatiran terhadap cedera meniskus membuat permainannya lebih hati-hati. Setelah tiga ronde penuh melawan Flores, Stamp sekarang merasa siap membuka babak baru dan mengarahkan fokusnya kembali ke MMA.

Stamp Kembali Menemukan Kepercayaan Diri di Lumpinee

Pertandingan melawan Selina Flores menjadi ujian penting bagi Stamp setelah periode panjang yang tidak mudah. Ia menghadapi juara dunia Muay Thai WBC dua kali yang dikenal memiliki teknik teep sangat kuat. Namun, sejak ronde pertama, Stamp terlihat jauh lebih berani dibanding penampilan sebelumnya. Ia mulai menyerang dengan tendangan tubuh dan kombinasi pukulan, kemudian menggunakan lutut ketika pertandingan masuk ke clinch.

Pada ronde kedua, Stamp semakin percaya diri. Tendangan kanan dan straight right menjadi senjata utama, sementara Flores mulai meningkatkan tekanan melalui low kick dan serangan lurus. Ronde ketiga menjadi fase paling terbuka. Keduanya saling bertukar serangan, dan Stamp bahkan melepaskan spinning back elbow serta cartwheel kick yang membuat penonton Lumpinee bereaksi keras.

Ketika skor diumumkan, dua juri memberikan kemenangan kepada Stamp dan satu lainnya memilih Flores. Hasil tersebut membawa Stamp kembali ke jalur kemenangan dan membuat rekor striking profesionalnya menjadi 66-18. Lebih penting lagi, kemenangan ini memberinya kepercayaan diri untuk kembali berbicara serius soal MMA.

Cedera Meniskus Masih Membekas dalam Perjalanan Stamp

Keberhasilan Stamp tampil agresif di ONE Fight Night 47 terasa penting karena perjalanan menuju pertandingan tersebut tidak sederhana. Ia sempat khawatir kembali mengalami cedera meniskus, dan kekhawatiran itu memengaruhi cara bertanding dalam dua laga sebelumnya. Stamp sendiri mengakui bahwa rasa takut cedera membuat dirinya lebih ragu ketika harus terlibat dalam pertukaran serangan.

Situasi itu cukup masuk akal mengingat gaya bertarung Stamp sangat bergantung pada mobilitas, perubahan arah, dan kemampuan menyerang dari berbagai sudut. Cedera lutut dapat memengaruhi hampir semua aspek tersebut. Karena itu, kembali bertanding tiga ronde penuh tanpa kehilangan keberanian menjadi sinyal positif.

Meski begitu, Stamp tidak menutupi kekurangan penampilannya. Ia mengatakan dirinya masih belum sepenuhnya puas dengan aktivitas pada ronde ketiga dan merasa belum kembali ke performa maksimal. Sikap tersebut menunjukkan bahwa kemenangan atas Flores bukan akhir dari proses pemulihan, melainkan bagian penting sebelum kembali ke arena MMA.

MMA Kembali Menjadi Prioritas Utama

Setelah pertandingan, Stamp menyatakan bahwa rencana kembali ke MMA tetap menjadi prioritas. Ia bahkan secara langsung meminta ONE Chairman dan CEO Chatri Sityodtong memberinya pertandingan MMA berikutnya. Menurut Stamp, ia siap menghadapi siapa pun, tetapi satu nama langsung muncul sebagai calon lawan ideal: Chihiro Sawada.

Sawada merupakan salah satu nama kuat di divisi atomweight MMA ONE dan dinilai Stamp sebagai lawan yang menarik. Pertandingan melawan Sawada bisa menjadi ujian sempurna untuk mengukur kesiapan Stamp setelah lama tidak bertanding di MMA.

Stamp juga menjelaskan rencananya cukup jelas. Ia ingin menjalani sekitar dua pertandingan MMA terlebih dahulu sebelum kembali meminta kesempatan merebut sabuk. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa ia tidak ingin langsung melompat ke perebutan gelar tanpa membuktikan kondisi fisik dan ritme bertanding.

Rencana itu terasa semakin penting karena takhta atomweight MMA ONE saat ini kosong. Kondisi tersebut membuka peluang baru bagi sejumlah penantang, termasuk Stamp, untuk membangun jalur menuju gelar.

Status Mantan Juara Tiga Cabang Masih Jadi Modal Besar

Stamp Fairtex memiliki posisi unik dalam sejarah ONE Championship. Ia pernah menjadi satu-satunya atlet dalam organisasi tersebut yang memegang gelar dunia di Muay Thai, kickboxing, dan MMA. Prestasi lintas disiplin tersebut membuat namanya tetap memiliki nilai besar meskipun perjalanan beberapa tahun terakhir terganggu oleh cedera.

Kemampuan berpindah aturan juga menjadi salah satu faktor yang membuat comeback MMA Stamp menarik. Tidak banyak petarung yang memiliki pengalaman kompetitif elite dalam tiga disiplin berbeda. Basis striking-nya jelas sangat kuat, tetapi Stamp juga sudah membuktikan bahwa ia mampu beradaptasi dengan grappling, takedown defense, dan situasi ground dalam pertandingan MMA.

Kemenangan atas Flores belum menjawab semua pertanyaan mengenai kesiapan Stamp untuk kembali ke MMA. Namun, keberanian menyerang, mobilitas, dan kepercayaan dirinya terlihat lebih baik. Ketiga elemen tersebut penting sebelum ia kembali menghadapi lawan yang dapat memadukan striking dengan wrestling atau submission.

Karena itu, duel melawan Sawada akan menjadi tes yang jauh berbeda dibanding Flores. Stamp bukan hanya harus mempertahankan kualitas striking, tetapi juga membuktikan lututnya mampu menghadapi tekanan takedown dan perubahan posisi.

Allycia Hellen Rodrigues Ikut Masuk dalam Pembicaraan

Situasi atomweight menjadi semakin menarik setelah Allycia Hellen Rodrigues, juara dunia Muay Thai atomweight ONE, juga menyatakan ketertarikan untuk mencoba MMA. Nama Rodrigues memiliki sejarah dengan Stamp karena keduanya pernah bertemu di bawah aturan Muay Thai.

Stamp menyambut kemungkinan tersebut dengan cukup terbuka. Ia mengatakan Rodrigues dipersilakan masuk ke dunia MMA dan bahkan membuka peluang keduanya bertemu kembali, baik dalam MMA maupun Muay Thai. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Stamp tidak hanya mengejar satu calon lawan.

Jika Rodrigues benar-benar pindah ke MMA, divisi atomweight bisa mendapatkan salah satu rivalitas lintas disiplin paling menarik. Namun, fokus Stamp untuk saat ini terlihat lebih jelas pada Sawada dan jalur menuju sabuk kosong.

ONE sendiri belum mengumumkan lawan atau tanggal resmi untuk comeback MMA Stamp. Bangkok Post melaporkan bahwa rencana kembalinya kemungkinan mengarah ke awal 2027. Artinya, masih ada waktu bagi Stamp untuk memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri secara lebih spesifik sebelum kembali ke aturan campuran.

Kemenangan atas Flores Bisa Menjadi Titik Balik

Secara sederhana, kemenangan atas Flores mungkin terlihat seperti satu hasil Muay Thai biasa. Namun, bagi Stamp Fairtex, laga tersebut memiliki arti jauh lebih besar. Ia berhasil melewati tiga ronde, kembali berani bertukar serangan, dan meninggalkan Lumpinee dengan kepercayaan diri yang mulai pulih.

ONE Championship sendiri menyebut Stamp telah mendapatkan kembali momentum kemenangan. Setelah pertandingan, fokus pembicaraan langsung bergeser dari hasil split decision menuju rencana MMA. Hal itu menunjukkan betapa besar ekspektasi terhadap kelanjutan kariernya.

Stamp juga tidak mencoba mengambil jalan pintas. Ia ingin menjalani dua pertandingan MMA sebelum meminta kesempatan sabuk. Strategi tersebut terlihat masuk akal setelah periode cedera dan jeda panjang. Ia membutuhkan bukti bahwa tubuhnya mampu menangani tuntutan MMA secara penuh.

Jika comeback tersebut berjalan sesuai rencana, divisi atomweight ONE berpotensi mendapatkan salah satu cerita terbesar pada 2027. Mantan juara kembali, sabuk sedang kosong, dan beberapa nama baru mulai muncul sebagai penantang.

Untuk sekarang, satu hal sudah menjadi jelas: Stamp Fairtex ingin kembali ke MMA. Kemenangan atas Selina Flores bukan sekadar menambah satu hasil positif dalam rekornya. Laga itu menjadi langkah penting untuk membangun kembali keyakinan sebelum ia mengejar sesuatu yang pernah menjadi miliknya—sabuk juara dunia atomweight MMA ONE.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *