Beranda / Tenis / Alexander Zverev Selamat dari Thriller 4 Jam 33 Menit di US Open 2026

Alexander Zverev Selamat dari Thriller 4 Jam 33 Menit di US Open 2026

Alexander Zverev harus bekerja sangat keras untuk menjaga langkahnya di US Open 2026. Petenis Jerman itu dipaksa bertarung selama 4 jam 33 menit sebelum akhirnya mengalahkan Quentin Halys dalam lima set dengan skor 6-4, 4-6, 7-6(3), 6-7(3), 6-3. Pertandingan baru berakhir sekitar pukul 02.15 pagi waktu New York, membuat kemenangan ini menjadi salah satu duel paling melelahkan yang dijalani Zverev pada awal turnamen. Meski tampil jauh dari sempurna, ia berhasil mempertahankan fokus pada set penentuan dan memastikan tiket ke babak ketiga. Hasil tersebut juga memperlihatkan satu masalah besar: Zverev sudah memainkan dua pertandingan lima set secara beruntun hanya dalam dua ronde pertama.

Zverev Dipaksa Bertarung Hingga Lewat Pukul Dua Pagi

Zverev memulai pertandingan dengan cukup baik dan merebut set pertama 6-4. Namun, Halys langsung membalas pada set kedua dengan skor yang sama. Petenis Prancis itu bermain agresif dari baseline dan tidak memberi Zverev banyak kesempatan untuk menemukan ritme. Pada set ketiga, Halys bahkan sempat unggul 4-1 dan terlihat semakin dekat untuk mengambil kendali pertandingan. Zverev kemudian bangkit, memaksa tie-break, dan memenangkan bagian tersebut 7-3. Situasi kembali berubah pada set keempat. Halys bertahan dengan sangat baik dan memenangkan tie-break 7-3, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui set kelima.

Tekanan semakin berat karena pertandingan berlangsung sangat lama. Zverev beberapa kali kehilangan konsistensi, tetapi ia mampu menjaga servis dan bermain lebih disiplin pada set penentuan. Setelah mendapatkan momentum, unggulan teratas itu mulai mengurangi kesalahan sendiri dan memaksa Halys mengambil risiko lebih besar. Zverev akhirnya menutup set kelima 6-3 dan memastikan kemenangan setelah lebih dari empat setengah jam. Durasi panjang serta waktu pertandingan yang selesai dini hari menjadi perhatian tersendiri karena kondisi fisik akan sangat menentukan pada ronde berikutnya.

Quentin Halys Hampir Membuat Kejutan Besar

Di atas kertas, Zverev jauh lebih diunggulkan. Namun, Halys menunjukkan bahwa perbedaan ranking tidak selalu berarti banyak dalam pertandingan Grand Slam. Petenis Prancis itu mampu menjaga tekanan sepanjang laga dan beberapa kali memaksa Zverev bermain dari posisi yang tidak nyaman. Halys juga tampil berani pada poin-poin penting, terutama ketika pertandingan memasuki set keempat. Permainannya yang agresif membuat Zverev terlihat frustrasi dan gagal mendominasi seperti yang diharapkan dari unggulan teratas.

Halys bahkan punya peluang besar ketika unggul 4-1 pada set ketiga. Jika ia mampu mempertahankan keunggulan tersebut, jalannya pertandingan bisa berubah total. Namun, Zverev berhasil membalikkan momentum dan memaksakan tie-break. Momen itu menjadi salah satu titik penting dalam pertandingan. Zverev memang belum tampil konsisten, tetapi ia mampu bertahan saat posisinya hampir terjepit. Halys tetap memberikan perlawanan sampai set kelima, tetapi pengalaman Zverev pada pertandingan besar akhirnya membuat perbedaan.

Dua Pertandingan Lima Set Beruntun Jadi Alarm

Kemenangan ini memang membawa Zverev ke babak ketiga, tetapi ada harga mahal yang harus dibayar. Sebelum menghadapi Halys, ia juga memainkan lima set pada babak pertama melawan Lorenzo Sonego. Zverev menang dengan skor 6-4, 3-6, 6-7(7), 7-5, 6-4. Dengan demikian, dua pertandingan pertamanya di US Open 2026 sama-sama berlangsung hingga set kelima. Berdasarkan data undian turnamen, kondisi tersebut membuat Zverev telah menghabiskan lebih dari sembilan jam di lapangan hanya dalam dua ronde awal.

Situasi ini jelas tidak ideal untuk pemain yang mengejar gelar Grand Slam. Turnamen sebesar US Open menuntut tujuh kemenangan, sehingga efisiensi pada minggu pertama sangat penting. Jika seorang pemain terlalu banyak menghabiskan tenaga sejak ronde awal, risiko kelelahan akan meningkat ketika lawan semakin berat. Meski demikian, Zverev juga mendapat sisi positif dari dua laga panjang tersebut. Ia membuktikan bahwa dirinya tetap mampu menang meski permainan tidak berjalan sempurna. Dalam Grand Slam, kemampuan bertahan dalam kondisi sulit sering menjadi faktor yang menentukan.

Zverev Akui Permainannya Tidak Bagus

Setelah pertandingan, Zverev mengakui bahwa level permainannya tidak sesuai harapan. Ia beberapa kali gagal menjaga momentum dan terlalu banyak memberi kesempatan kepada Halys. Namun, Zverev tetap menekankan bahwa kemenangan adalah hal paling penting ketika kondisi pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Sikap tersebut cukup menggambarkan bagaimana ia bertahan sepanjang laga. Zverev tidak tampil dominan, tetapi ia tetap menemukan cara untuk menang.

Pada set kelima, Zverev mulai terlihat lebih tenang. Ia tidak lagi terlalu memaksakan pukulan dan memilih membangun poin dengan lebih sabar. Strategi tersebut membuat Halys semakin sulit mendapatkan kesempatan. Zverev kemudian memanfaatkan beberapa kesalahan lawan untuk memperoleh keunggulan yang tidak mampu dikejar. Kemenangan seperti ini memang tidak selalu terlihat meyakinkan, tetapi justru bisa menjadi penting dalam perjalanan panjang sebuah turnamen. Petenis yang ingin menjadi juara harus mampu melewati hari buruk tanpa tersingkir.

Alejandro Tabilo Menunggu di Babak Ketiga

Setelah melewati Halys, Zverev akan menghadapi Alejandro Tabilo pada babak ketiga. Tabilo lolos setelah menyingkirkan Alexei Popyrin dengan skor 2-6, 7-6(4), 7-6(3), 6-2. Pertandingan tersebut menunjukkan bahwa Tabilo juga memiliki kemampuan bertahan ketika tertinggal. Karena itu, Zverev tidak boleh menganggap laga berikutnya akan berjalan lebih mudah. Data undian US Open 2026 menempatkan Zverev dan Tabilo dalam pertandingan babak 32 besar berikutnya.

Pemulihan fisik akan menjadi faktor utama. Setelah dua pertandingan lima set, Zverev membutuhkan waktu sebanyak mungkin untuk mengembalikan kondisi tubuh. Selain itu, ia juga harus memperbaiki kualitas permainan agar tidak kembali terjebak dalam laga panjang. Jika Zverev mampu menang lebih cepat pada babak ketiga, beban fisiknya bisa sedikit berkurang sebelum turnamen memasuki fase yang lebih berat. Namun, jika pertandingan kembali berlangsung lima set, masalah stamina dapat menjadi semakin serius.

Perburuan Gelar Masih Terbuka, tetapi Jalan Zverev Tidak Mudah

Zverev datang ke US Open 2026 sebagai salah satu kandidat kuat juara. Ia juga membawa pengalaman besar dari berbagai turnamen Grand Slam, termasuk final US Open 2020. Namun, gelar Grand Slam masih menjadi salah satu target terbesar yang belum ia capai. Karena itu, setiap kemenangan di New York memiliki arti penting. Status unggulan teratas juga membuat tekanan terhadapnya semakin besar, terutama setelah beberapa unggulan lain mulai tersingkir pada awal turnamen.

Meski dua pertandingan awal berjalan sulit, peluang Zverev masih tetap terbuka. Ia sudah melewati dua ujian mental yang berat dan berhasil bertahan ketika posisinya tidak ideal. Sekarang tantangan berikutnya adalah memastikan perjuangan selama lebih dari sembilan jam tidak mengganggu kondisi fisiknya. Zverev tidak membutuhkan kemenangan yang indah. Ia hanya perlu terus bertahan. Namun, jika ingin melaju jauh, ia harus segera menemukan permainan yang lebih efisien sebelum lawan-lawan yang lebih kuat menunggu di ronde berikutnya.

Kemenangan atas Halys membuktikan satu hal penting: Zverev masih punya daya juang besar. Ia menang setelah 4 jam 33 menit, bertahan hingga lewat pukul dua pagi, dan tetap mampu mengendalikan set penentuan. Namun, dua laga lima set secara beruntun juga menjadi peringatan serius. US Open 2026 masih panjang, dan Zverev harus segera menghemat energi jika ingin benar-benar mengejar gelar.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *