Hasil GP Monaco 2026 kembali berubah hampir tiga bulan setelah balapan selesai. FIA International Court of Appeal (ICA) memutuskan untuk mengembalikan dua penalti lima detik milik Pierre Gasly. Akibatnya, pembalap Alpine tersebut kehilangan posisi ketiga dan turun kembali ke posisi ketujuh. Sebaliknya, Isack Hadjar resmi mendapatkan kembali posisi ketiga yang sempat dicabut dari tangannya setelah Alpine memenangkan peninjauan sebelumnya. Putusan yang diumumkan pada Jumat, 4 September 2026, sekaligus mengakhiri salah satu drama klasifikasi paling rumit pada Formula 1 musim ini.
Persoalan bermula dari dugaan pelanggaran batas kecepatan pit lane pada balapan 7 Juni. Sistem pencatat waktu mendeteksi Gasly melaju 60,1 km/jam dan 60,4 km/jam, sementara batas kecepatan pit lane Monaco berada di 60 km/jam. Steward kemudian memberikan dua penalti lima detik. Namun, Alpine menemukan masalah pada sistem pengukuran dan berhasil meminta peninjauan. Penalti sempat dibatalkan pada 12 Juni sebelum Red Bull dan McLaren membawa persoalan tersebut ke tingkat banding.
Podium GP Monaco Berubah Lagi Setelah Hampir Tiga Bulan
Gasly sebenarnya menyelesaikan GP Monaco di posisi ketiga. Namun, dua penalti lima detik yang diberikan setelah balapan membuat hasilnya berubah. Gasly turun ke posisi ketujuh, sedangkan Hadjar naik dan mendapatkan tempat terakhir di podium. Situasi berubah lima hari kemudian. Alpine membawa bukti baru dalam proses Right of Review dan mempertanyakan akurasi sistem yang digunakan untuk menentukan kecepatan mobil di pit lane. Steward menerima bukti tersebut dan membatalkan dua penalti Gasly pada 12 Juni. Hasil balapan kembali direvisi dan Gasly mendapatkan lagi posisi ketiganya.
Keputusan itu ternyata tidak menjadi akhir persoalan. Red Bull dan McLaren mengajukan banding pada 16 Juni. Kedua tim menilai keputusan membatalkan penalti Gasly menimbulkan persoalan mengenai perlakuan yang setara terhadap seluruh peserta. Beberapa pembalap lain telah menjalani hukuman terkait pit-lane speeding selama balapan dan tidak memiliki kesempatan untuk mengembalikan waktu yang sudah hilang. ICA kemudian menggelar sidang tertutup di Paris pada 25 Agustus. Setelah memeriksa argumen seluruh pihak, pengadilan akhirnya mengabulkan banding Red Bull dan McLaren.
Masalah Sistem Pengukuran Jadi Awal Kekacauan
Kasus ini menjadi rumit karena terdapat masalah pada sistem pengukuran pit lane. Formula One Management mengakui adanya perbedaan pengukuran yang berkaitan dengan perubahan di area pit lane. Dalam proses banding, Chief Engineering and Innovation Officer FOM Arbi Karapetian memberikan keterangan mengenai sistem pencatat waktu dan metode pengukurannya.
Alpine menggunakan persoalan tersebut untuk mempertahankan posisi Gasly. Tim asal Enstone itu menegaskan mobil nomor 10 sebenarnya tidak pernah melewati batas 60 km/jam selama balapan. Karena itu, Alpine menilai penalti awal tidak mencerminkan kecepatan sesungguhnya. Namun, persoalan tidak berhenti pada pertanyaan apakah Gasly benar-benar melaju terlalu cepat. ICA juga harus mempertimbangkan konsistensi penerapan sistem yang sama kepada seluruh pembalap selama akhir pekan balapan.
Pengadilan menilai seluruh peserta berlomba berdasarkan parameter Official Timing System yang sama. Tim juga dapat melihat data sistem tersebut sepanjang akhir pekan dan menyesuaikan pendekatan mereka. ICA menilai penggunaan parameter berbeda hanya untuk Gasly setelah balapan berpotensi menciptakan perlakuan yang tidak konsisten. Karena itu, prinsip kesetaraan dan sporting fairness menjadi bagian penting dari keputusan akhir.
Red Bull dan McLaren Menang Banding di Pengadilan FIA
Red Bull dan McLaren membawa kasus ini ke ICA karena keputusan 12 Juni berdampak langsung pada hasil mereka. Saat penalti Gasly dibatalkan, Hadjar kehilangan posisi ketiga, sementara posisi pembalap lain di belakangnya ikut berubah. Kedua tim kemudian berpendapat bahwa membebaskan Gasly setelah balapan tidak adil bagi pembalap yang telah menjalani hukuman serupa ketika balapan masih berlangsung.
Setelah sidang 25 Agustus, ICA menyatakan banding kedua tim dapat diterima. Pengadilan kemudian membatalkan keputusan steward pada 12 Juni dan mengembalikan dua penalti lima detik kepada Gasly. FIA juga diperintahkan memperbarui klasifikasi akhir GP Monaco serta poin Kejuaraan Dunia yang terdampak keputusan tersebut. Putusan lengkap diumumkan pada 4 September, menjelang berlangsungnya GP Italia.
Dengan keputusan tersebut, Isack Hadjar kembali menjadi pembalap posisi ketiga GP Monaco 2026. Oscar Piastri kembali naik ke posisi keempat, sementara Liam Lawson dan Arvid Lindblad masing-masing kembali berada di posisi kelima dan keenam. Gasly harus menerima posisi ketujuh.
Gasly Kehilangan Podium, Alpine Mengaku Kecewa
Bagi Gasly, keputusan terbaru terasa sangat pahit. Ia sempat kehilangan podium, mendapatkannya kembali melalui proses peninjauan, kemudian harus kehilangan hasil tersebut untuk kedua kalinya hampir tiga bulan setelah balapan. Alpine pun tidak menyembunyikan kekecewaan setelah ICA mengumumkan keputusan final.
Tim tetap mempertahankan pendirian bahwa Gasly tidak pernah melewati batas kecepatan pit lane. Alpine merasa hukuman tersebut tidak mencerminkan apa yang sebenarnya dilakukan pembalap mereka. Meski demikian, tim menerima keputusan panel dan tidak mengubah fokus untuk sisa musim.
Dampaknya juga tidak terbatas pada Gasly. Perubahan klasifikasi mengubah jumlah poin Alpine dalam klasemen konstruktor. Reuters mencatat Alpine dan Racing Bulls sedang berada dalam persaingan ketat di papan tengah sebelum putusan terbaru keluar. Karena itu, perubahan hasil dari sebuah balapan yang berlangsung pada Juni tetap mempunyai konsekuensi penting pada September.
Kasus ini menunjukkan bagaimana keputusan teknis yang terlihat kecil dapat menghasilkan dampak besar. Perbedaan hanya beberapa persepuluh kilometer per jam akhirnya memicu peninjauan, banding, sidang pengadilan FIA, perubahan klasifikasi, dan perhitungan ulang poin kejuaraan.
Hadjar Akhirnya Mendapatkan Kembali Podium Monaco
Di sisi lain, keputusan ICA menjadi kabar besar bagi Hadjar. Pembalap Red Bull itu akhirnya tercatat kembali sebagai penghuni podium GP Monaco. Ia sebenarnya sudah merayakan posisi ketiga setelah balapan ketika penalti Gasly pertama kali diterapkan. Namun, keputusan steward pada 12 Juni membuat namanya turun kembali ke posisi keempat. Kini, hampir tiga bulan kemudian, podium tersebut kembali menjadi miliknya.
Situasinya terasa tidak biasa karena Hadjar harus kehilangan dan mendapatkan kembali pencapaian yang sama tanpa menjalani satu lap tambahan. Perubahan sepenuhnya terjadi melalui proses hukum olahraga. Namun, dalam catatan resmi Formula 1, hasil terbaru itulah yang akan menentukan klasifikasi GP Monaco 2026.
Keputusan ini juga memberikan tambahan poin penting dalam persaingan konstruktor. Racing Bulls dan Alpine berada dalam pertarungan ketat, sehingga perubahan beberapa poin dapat berpengaruh ketika musim memasuki fase akhir. Reuters melaporkan kedua tim hanya terpisah tiga poin sebelum hasil banding terbaru diperhitungkan.
Bagi Hadjar sendiri, podium Monaco memiliki nilai khusus. Sirkuit jalan raya tersebut terkenal sebagai salah satu lintasan paling sulit untuk menyalip dan menuntut konsentrasi tinggi. Karena itu, posisi ketiga di Monaco tetap menjadi salah satu hasil penting dalam musimnya, meskipun kepastian akhirnya baru datang berbulan-bulan kemudian.
Drama GP Monaco 2026 Akhirnya Mendapat Putusan Final
Kasus Gasly menunjukkan sisi lain Formula 1 yang tidak selalu selesai ketika bendera finis dikibarkan. Balapan GP Monaco berlangsung pada 7 Juni, tetapi klasifikasi akhirnya terus menjadi perdebatan sampai awal September. Dalam periode tersebut, posisi ketiga berpindah dari Gasly kepada Hadjar, kembali kepada Gasly, lalu akhirnya kembali lagi kepada Hadjar.
FIA International Court of Appeal sekarang telah memberikan keputusan yang menentukan. Dua penalti lima detik Gasly kembali berlaku dan keputusan steward pada 12 Juni dibatalkan. FIA juga harus menyesuaikan klasifikasi balapan serta poin kejuaraan berdasarkan putusan tersebut.
Bagi Alpine, hasil ini tentu mengecewakan karena tim tetap yakin Gasly tidak melakukan pelanggaran berdasarkan kecepatan sebenarnya. Namun, ICA menempatkan konsistensi penerapan parameter dan keadilan olahraga sebagai pertimbangan penting. Red Bull dan McLaren akhirnya memenangkan banding mereka, sementara Hadjar kembali mendapatkan posisi ketiga.
Drama tersebut akhirnya membuat GP Monaco 2026 memiliki kepastian hasil hampir tiga bulan setelah balapan selesai. Gasly kehilangan podium untuk kedua kalinya, sedangkan Hadjar kembali menjadi P3. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa dalam Formula 1 modern, persaingan tidak selalu berhenti di lintasan. Data teknis, regulasi, dan keputusan pengadilan olahraga dapat mengubah hasil bahkan berbulan-bulan setelah pembalap melewati garis finis.





