Portugal di EuroVolley 2026 akan menghadapi ujian berat sejak pertandingan pertama. Tim nasional voli putra Portugal tergabung di Pool B bersama Polandia, Bulgaria, Israel, Ukraina, dan Makedonia Utara. Situasinya semakin menantang karena dua pertandingan pertama langsung mempertemukan Portugal dengan dua kekuatan besar. Polandia yang berstatus juara bertahan Eropa dan pemimpin ranking dunia menunggu pada 10 September. Hanya sehari kemudian, Portugal harus menghadapi tuan rumah Bulgaria, tim yang baru menjadi runner-up Kejuaraan Dunia.
Portugal tidak datang tanpa persiapan. Tim asuhan João José baru menjalani dua pertandingan uji coba melawan Australia dan memenangkan keduanya. Hasil tersebut memberikan modal positif sebelum perjalanan menuju Sofia. Namun, EuroVolley menawarkan tekanan yang jauh berbeda. Portugal harus memainkan lima pertandingan fase grup hanya dalam enam hari. Karena itu, kemampuan menjaga kondisi fisik dan konsistensi permainan akan menentukan peluang mereka merebut tiket ke babak 16 besar.
Portugal di EuroVolley 2026 Langsung Bertemu Polandia
Tidak ada kesempatan bagi Portugal untuk memulai turnamen dengan perlahan. Pertandingan pertama mereka langsung menghadirkan salah satu lawan terberat yang mungkin ditemui di Eropa.
Portugal akan menghadapi Polandia pada 10 September 2026 di Arena 8888, Sofia. Pertandingan dijadwalkan mulai pukul 16.00 waktu setempat. Polandia datang dengan status juara bertahan Eropa sekaligus pemimpin ranking dunia FIVB. Selain itu, mereka memiliki sejarah panjang di panggung internasional dengan tiga gelar Kejuaraan Dunia.
Perbedaan kekuatan membuat Polandia menjadi favorit besar. Namun, Portugal tidak ingin memasuki pertandingan hanya untuk bertahan.
Middle blocker Filip Cveticanin menilai timnya tidak membawa tekanan besar. Menurutnya, kualitas Polandia memang membuat pertandingan sangat sulit, tetapi peluang menciptakan kejutan tetap ada. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Portugal ingin bermain lebih berani daripada sekadar membatasi kekalahan.
Keberanian akan menjadi faktor penting. Portugal membutuhkan servis agresif dan organisasi blok yang solid untuk mengganggu ritme Polandia. Jika lawan dapat menjalankan serangan dengan nyaman, pertandingan berpotensi menjadi sangat berat.
Namun, Portugal setidaknya memiliki keuntungan dari sisi ekspektasi. Polandia membawa tekanan untuk menang, sedangkan Portugal dapat bermain lebih lepas.
Belum Sempat Istirahat, Bulgaria Menunggu Sehari Kemudian
Jadwal Portugal semakin brutal karena mereka hanya mendapatkan waktu sekitar satu hari sebelum menghadapi lawan berikutnya.
Pada 11 September, Portugal akan bertemu Bulgaria pukul 19.00 waktu setempat. Pertandingan kembali berlangsung di Arena 8888, Sofia. Dengan demikian, Bulgaria tidak hanya mempunyai kualitas tinggi, tetapi juga mendapat keuntungan bermain di depan pendukung sendiri.
CEV menyebut Bulgaria sebagai runner-up Kejuaraan Dunia terbaru. Status tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang menunggu Portugal setelah menghadapi Polandia.
Situasi ini membuat dua hari pertama terasa seperti ujian bertahan hidup.
Portugal harus mengatur tenaga ketika menghadapi Polandia tanpa kehilangan fokus untuk pertandingan berikutnya. Sebaliknya, terlalu banyak menyimpan energi juga berisiko membuat mereka kehilangan kesempatan menciptakan kejutan.
Pelatih João José memahami masalah tersebut. Ia menilai EuroVolley menuntut kemampuan mempertahankan intensitas tinggi dalam periode panjang. Portugal akan memainkan lima pertandingan hanya dalam enam hari sehingga proses pemulihan menjadi sama pentingnya dengan strategi pertandingan.
Dua pertandingan pertama memang sangat berat. Namun, hasil melawan Polandia dan Bulgaria bukan satu-satunya faktor yang menentukan nasib Portugal.
Tiga pertandingan setelahnya justru dapat menjadi kunci.
Israel, Ukraina dan Makedonia Utara Jadi Pertandingan Penentu
Setelah melewati Polandia dan Bulgaria, jadwal Portugal terlihat lebih terbuka. Mereka akan mendapatkan satu hari tanpa pertandingan sebelum kembali ke lapangan.
Portugal menghadapi Israel pada 13 September, kemudian Ukraina pada 14 September. Fase grup mereka berakhir dengan pertandingan melawan Makedonia Utara pada 15 September. Seluruh pertandingan Pool B Portugal berlangsung di Sofia.
Tiga laga tersebut kemungkinan memiliki arti sangat besar terhadap peluang Portugal mencapai babak 16 besar.
Target utama João José memang bukan mengalahkan seluruh lawan di Pool B. Sang pelatih menetapkan sasaran yang lebih realistis: lolos ke fase berikutnya dan membuat Portugal tampil kompetitif dalam setiap pertandingan.
Karena itu, hasil melawan Israel, Ukraina, dan Makedonia Utara bisa menentukan posisi akhir.
Portugal juga tidak boleh menganggap ketiga lawan tersebut mudah. Ukraina memiliki tradisi voli yang kuat, sedangkan Israel dan Makedonia Utara dapat memanfaatkan setiap penurunan konsentrasi.
Selain kualitas lawan, faktor kelelahan akan memainkan peran besar. Portugal menghadapi Ukraina sehari setelah melawan Israel. Sehari kemudian, mereka kembali turun melawan Makedonia Utara.
Artinya, tidak ada ruang besar untuk pemulihan pada fase tersebut.
Jika berhasil lolos ke babak 16 besar, Portugal akan bertemu salah satu tim dari Pool D yang berisi Romania, Latvia, Prancis, Jerman, Türkiye, dan Swiss.
Dua Kemenangan atas Australia Berikan Modal Positif
Portugal setidaknya tidak memasuki EuroVolley tanpa pertandingan persiapan berkualitas. João José menguji skuadnya melalui dua laga persahabatan melawan Australia di Pavilhão Municipal das Lameiras, Famalicão.
Hasilnya sangat positif.
Pada pertandingan pertama, Portugal menang 4-0 dalam format latihan yang memang menetapkan minimal empat set. Mereka menang 25-14, 25-22, 25-19, dan 25-21. Kapten Alexandre Ferreira bersama André Pereira menjadi pencetak angka terbanyak dengan masing-masing 13 poin.
Pertandingan kedua berjalan jauh lebih ketat. Australia memberikan tekanan lebih besar dan memaksa laga berlangsung lima set.
Portugal kembali keluar sebagai pemenang.
Mereka menang 3-2 dengan skor 26-24, 23-25, 28-26, 17-25, dan 15-12. Kali ini André Pereira menjadi pencetak angka terbanyak dengan 24 poin.
Dua pertandingan tersebut memberikan João José kesempatan melihat kondisi tim dalam situasi berbeda. Laga pertama menunjukkan kemampuan Portugal mengontrol pertandingan. Sementara itu, pertandingan kedua menguji ketahanan mereka ketika lawan terus memberikan tekanan.
Menurut sang pelatih, performa side-out sudah menunjukkan hasil positif. Organisasi permainan juga semakin terbentuk dan para pemain mampu mempertahankan tempo tinggi.
Namun, masih ada pekerjaan rumah.
Portugal harus menjaga intensitas tersebut lebih lama. Kekurangan itu menjadi sangat penting karena EuroVolley memberikan jadwal yang jauh lebih berat daripada pertandingan persahabatan.
João José Andalkan Kombinasi Pemain Senior dan Generasi Baru
Portugal membawa perpaduan menarik antara pengalaman dan pemain muda. João José tidak membangun skuad hanya dengan mengandalkan nama yang sudah lama berada di tim nasional.
Beberapa pemain muda mulai mendapatkan tanggung jawab lebih besar.
Salah satunya adalah Bruno Dias. Setter muda tersebut akan menjalani debut pada level EuroVolley. Meski belum memiliki pengalaman sebesar sejumlah rekan setimnya, Bruno melihat kondisi tersebut sebagai kesempatan. Ia menilai keberanian skuad muda Portugal dapat membantu tim memberikan kejutan terhadap lawan yang lebih kuat.
Di sisi lain, Alexandre Ferreira memberikan pengalaman yang sangat dibutuhkan. Ia menjadi kapten sekaligus salah satu pemain penting dalam struktur permainan Portugal.
Filip Cveticanin juga membawa performa bagus dari level klub. Middle blocker tersebut bermain di Romania dan beberapa kali masuk dalam tim terbaik pekan kompetisi domestik.
Kombinasi tersebut menjadi bagian penting dari proyek João José.
Federasi Bola Voli Portugal sebelumnya memanggil 16 pemain untuk periode persiapan EuroVolley. Skuad itu mencakup pemain dari klub Portugal serta beberapa nama yang berkarier di Prancis, Belgia, Swiss, Romania, dan Jepang.
João José memahami bahwa chemistry tidak terbentuk dalam waktu singkat. Menurutnya, pemain harus menghabiskan banyak waktu bersama, melewati kesulitan, dan membangun kepercayaan.
EuroVolley sekarang menjadi ujian terbesar dari proses tersebut.
Portugal Mengejar Babak 16 Besar untuk Ketiga Kalinya
Target Portugal sebenarnya cukup jelas. Mereka ingin mengulangi pencapaian dua edisi terakhir dengan mencapai babak 16 besar, kemudian mencoba melangkah lebih jauh.
Filip Cveticanin menyebut keberhasilan di EuroVolley 2026 setidaknya berarti menyamai hasil Portugal dalam dua tahun terakhir. Jika kesempatan muncul, mereka ingin mencoba menembus perempat final.
Portugal juga memiliki alasan untuk percaya bahwa konsistensi mereka mulai terbentuk.
EuroVolley 2026 menjadi penampilan keempat secara beruntun bagi tim nasional putra Portugal di fase final Kejuaraan Eropa. Federasi Portugal menilai pencapaian tersebut sebagai bagian penting dari perkembangan tim nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Kini tantangannya adalah mengubah konsistensi lolos menjadi kemampuan melangkah lebih jauh.
Masalahnya, Pool B tidak memberikan banyak ruang untuk kesalahan.
Polandia dan Bulgaria berada pada level yang sangat tinggi. Sementara itu, pertandingan melawan Israel, Ukraina, dan Makedonia Utara membawa tekanan berbeda karena Portugal kemungkinan melihat laga tersebut sebagai peluang terbaik mendapatkan hasil.
Kekalahan pada satu pertandingan yang seharusnya dapat dimenangkan bisa langsung mempersulit perhitungan menuju fase gugur.
Karena itu, Portugal membutuhkan lebih dari sekadar permainan bagus. Mereka juga membutuhkan konsistensi sepanjang lima pertandingan.
Portugal di EuroVolley 2026 Bisa Menjadi Tim Pengganggu
Di atas kertas, Portugal bukan favorit Pool B. Status tersebut justru dapat memberikan kebebasan kepada mereka.
Tekanan terbesar berada pada Polandia dan Bulgaria.
Polandia datang sebagai juara bertahan Eropa dan pemimpin ranking dunia. Bulgaria bermain sebagai tuan rumah sekaligus membawa status runner-up dunia. Kedua tim tersebut memasuki fase grup dengan tuntutan untuk menang.
Portugal berada pada posisi berbeda.
João José meminta pemainnya menunjukkan keberanian dan bertarung pada setiap pertandingan. Bruno Dias juga percaya skuad muda Portugal tidak perlu takut menghadapi tim besar. Sementara itu, Cveticanin bahkan menilai kejutan melawan Polandia bukan sesuatu yang mustahil.
Kemenangan dalam dua laga uji coba melawan Australia memperkuat optimisme tersebut. Portugal sudah menunjukkan kemampuan memainkan laga cepat dan pertandingan lima set.
Namun, EuroVolley tetap menjadi level berbeda.
Portugal harus menghadapi Polandia pada 10 September. Kurang dari 30 jam kemudian, Bulgaria sudah menunggu. Setelah itu, tiga pertandingan lain harus diselesaikan dalam rentang tiga hari.
Tidak banyak tim mendapatkan pembukaan seberat itu.
Justru karena alasan tersebut, perjalanan Portugal menjadi menarik untuk diikuti. Jika mampu mencuri satu hasil besar dari Polandia atau Bulgaria, seluruh peta Pool B dapat berubah. Bahkan jika gagal, peluang menuju babak 16 besar tetap terbuka melalui tiga pertandingan berikutnya.
Portugal datang ke EuroVolley 2026 bukan sebagai favorit. Namun, dengan dua kemenangan atas Australia, perpaduan pemain muda dan senior, serta keberanian menghadapi tim besar, mereka memiliki kesempatan menjadi pengganggu di Pool B.
Satu hal sudah pasti: perjalanan mereka tidak akan dimulai dengan mudah.
Polandia menunggu pada hari pertama. Bulgaria datang sehari kemudian. Portugal bahkan belum sempat bernapas, tetapi perjuangan menuju babak 16 besar sudah harus dimulai.




