Marcos Llorente membuat keputusan mengejutkan hanya beberapa pekan setelah merasakan puncak tertinggi bersama Timnas Spanyol. Pemain Atlético Madrid tersebut resmi mengakhiri karier internasionalnya pada usia 31 tahun, tidak lama setelah menjadi bagian dari skuad La Roja yang menjuarai Piala Dunia 2026. Llorente mengumumkan keputusan itu pada Kamis, 3 September 2026, melalui sebuah pesan pribadi di media sosial. Ia menutup perjalanan bersama Spanyol setelah mengoleksi 27 penampilan sejak menjalani debut pada November 2020.
Keputusan tersebut terasa semakin mengejutkan karena Llorente sebenarnya masih memiliki peluang untuk membela negaranya selama beberapa tahun lagi. Ia bahkan mengakui bahwa banyak orang mungkin sulit memahami pilihannya. Namun, pemain serbabisa itu menegaskan bahwa pensiun dari Timnas Spanyol merupakan keputusan pribadi yang sudah dipikirkan dengan matang. Menariknya, Llorente juga memastikan bahwa keputusan tersebut sebenarnya sudah ia ambil sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Artinya, keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia ataupun menit bermain yang ia dapatkan selama turnamen tidak mengubah rencananya.
Llorente Pensiun Hanya Beberapa Pekan Setelah Jadi Juara Dunia
Waktu pengumuman pensiun Llorente membuat kabar ini langsung menarik perhatian. Spanyol baru saja menjuarai Piala Dunia 2026 pada Juli setelah mengalahkan Argentina 1-0 di partai final. Llorente berada dalam skuad Luis de la Fuente sepanjang turnamen tersebut, meskipun perannya berkurang ketika kompetisi memasuki fase gugur. Ia tidak dimainkan pada pertandingan final melawan Argentina.
Llorente tetap memberikan kontribusi selama perjalanan Spanyol menuju gelar. Ia memainkan tiga pertandingan di Piala Dunia 2026 dan mencatat satu assist. Salah satu kontribusi pentingnya muncul ketika Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0 pada pertandingan terakhir fase grup. Llorente memberikan umpan untuk gol Álex Baena. Ia juga sempat tampil pada penghujung semifinal melawan Prancis yang dimenangkan Spanyol 2-0.
Namun, posisi Llorente kemudian lebih sering menjadi pelapis Pedro Porro di sisi kanan. Ia sempat menjadi starter pada fase grup sebelum Porro mendapatkan kepercayaan lebih besar ketika turnamen memasuki fase gugur. Meski menit bermainnya terbatas, Llorente tetap menjadi bagian dari kelompok pemain yang membawa Spanyol kembali menjadi juara dunia.
Karena itu, banyak pihak mungkin mengira keberhasilan tersebut akan membuatnya bertahan bersama La Roja. Llorente justru memilih menutup perjalanan internasionalnya ketika baru saja meraih trofi terbesar bersama negaranya.
Keputusan Sudah Dibuat Sebelum Piala Dunia 2026
Llorente menjelaskan bahwa pensiun bukan keputusan spontan setelah Piala Dunia. Ia telah mempertimbangkannya dalam waktu lama dan bahkan sudah menentukan pilihannya sebelum mengetahui bagaimana perjalanan Spanyol di turnamen tersebut akan berakhir. Hal itu sekaligus menepis anggapan bahwa keputusan pensiun berkaitan dengan terbatasnya kesempatan bermain di fase gugur.
Dalam pesan perpisahannya, Llorente mengakui bahwa dirinya masih relatif muda. Jika terus tampil baik bersama Atlético Madrid, ia sadar peluang mendapatkan panggilan tim nasional sebenarnya masih terbuka. Namun, pertimbangan pribadi akhirnya lebih kuat daripada kesempatan untuk menambah jumlah penampilan.
Llorente menyebut keputusannya sangat personal, sudah dipikirkan matang-matang, dan datang dari hati. Ia juga menegaskan bahwa hasil Piala Dunia tidak akan mengubah keputusan tersebut. Bahkan jika Spanyol gagal menjadi juara atau dirinya tidak masuk skuad, ia mengatakan pilihan untuk meninggalkan tim nasional tetap sama.
Sikap itu menunjukkan bahwa Llorente ingin meninggalkan La Roja dengan caranya sendiri. Ia tidak menunggu kehilangan tempat secara permanen atau berhenti mendapatkan panggilan. Sebaliknya, ia pergi ketika masih aktif di level tertinggi dan baru saja menjadi bagian dari tim terbaik dunia.
Enam Tahun Bersama La Roja dan 27 Penampilan
Perjalanan Llorente bersama tim senior Spanyol dimulai pada 11 November 2020. Saat itu, Luis Enrique memberinya debut dalam pertandingan persahabatan menghadapi Belanda. Llorente bermain selama 18 menit dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut. Sejak saat itu, ia menjadi salah satu pemain yang beberapa kali masuk dan keluar dari skuad karena persaingan ketat di berbagai posisi.
Fleksibilitas menjadi salah satu kelebihan terbesar Llorente. Ia mampu bermain sebagai gelandang, pemain sayap, hingga bek kanan. Karakter tersebut membuatnya menjadi opsi berharga bagi beberapa pelatih Spanyol. Bersama Luis Enrique, Llorente masuk skuad Euro 2020 yang dimainkan pada 2021 dan membantu Spanyol mencapai semifinal. Ia kemudian kembali memperkuat La Roja pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Situasinya berubah setelah Luis de la Fuente mengambil alih tim nasional. Llorente tidak masuk skuad final Spanyol untuk Euro 2024. Pada turnamen tersebut, De la Fuente memilih Dani Carvajal dan Jesús Navas untuk posisi bek kanan. Spanyol kemudian menjadi juara Eropa tanpa Llorente.
Namun, pintu tim nasional kembali terbuka. Performa bersama Atlético membuat Llorente mendapatkan kesempatan lagi dan akhirnya masuk skuad Piala Dunia 2026. Menurut catatan resmi Federasi Sepak Bola Spanyol, ia mengakhiri perjalanan internasional dengan 27 pertandingan dan tanpa gol. Penampilan terakhirnya terjadi pada 14 Juli 2026 ketika Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal Piala Dunia.
Piala Dunia Menjadi Penutup yang Sulit Dilupakan
Walaupun bukan pemain utama sepanjang turnamen, Piala Dunia 2026 memberikan akhir yang hampir sempurna bagi perjalanan Llorente bersama Spanyol. Ia datang ke turnamen sebagai pemain berpengalaman yang mampu menempati beberapa posisi. Setelah mendapatkan kesempatan pada fase grup, menit bermainnya berkurang ketika De la Fuente mulai menetapkan susunan utama untuk pertandingan gugur.
Llorente menjadi starter ketika Spanyol bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde. Ia juga bermain sejak awal menghadapi Uruguay dan memberikan assist kepada Álex Baena untuk satu-satunya gol pertandingan. Setelah itu, Pedro Porro lebih sering mendapatkan tempat utama di sisi kanan pertahanan. Llorente hanya mendapatkan beberapa menit pada semifinal melawan Prancis dan tetap berada di bangku cadangan ketika Spanyol menghadapi Argentina di final.
Meski demikian, ia tidak menjadikan jumlah menit bermain sebagai fokus dalam pesan perpisahannya. Llorente justru menyoroti kebersamaan skuad selama 52 hari terakhir. Menurutnya, kelompok tersebut berjuang bersama sampai berhasil membawa Spanyol ke posisi tertinggi.
Trofi Piala Dunia akhirnya menjadi gambar terakhir dari perjalanan internasionalnya. Llorente meninggalkan tim nasional sebagai juara dunia, sebuah akhir yang hanya bisa dirasakan oleh sedikit pemain sepanjang sejarah sepak bola.
Spanyol Kehilangan Pemain Serbabisa
Kepergian Llorente membuat Luis de la Fuente kehilangan salah satu pemain paling fleksibel dalam skuad. Kemampuannya memainkan beberapa posisi memberikan pilihan tambahan ketika Spanyol membutuhkan perubahan taktik. Ia dapat membantu lini tengah, bergerak lebih ofensif, atau ditempatkan sebagai bek kanan ketika situasi pertandingan membutuhkannya.
Namun, persaingan dalam skuad Spanyol memang sangat ketat. Kemunculan pemain-pemain baru serta performa Pedro Porro membuat menit bermain Llorente tidak selalu terjamin. Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana perannya berubah sepanjang turnamen. Ia mendapat kesempatan pada fase grup, tetapi kemudian lebih banyak menjadi pelapis ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
Meski begitu, federasi Spanyol memberikan penghormatan setelah pengumuman pensiunnya. RFEF menyebut Llorente sebagai seorang juara dunia yang akan selalu menjadi bagian dari sejarah La Roja. Atlético Madrid juga memberikan apresiasi terhadap komitmen pemainnya selama membela negara.
Keputusan Llorente sekaligus membuka ruang lebih besar bagi generasi berikutnya. De la Fuente kini harus menentukan opsi lain untuk memberikan kedalaman di sisi kanan sekaligus mencari pemain dengan fleksibilitas serupa. Namun, bagi Llorente, keputusan tersebut tidak berarti pensiun dari sepak bola secara keseluruhan. Ia masih melanjutkan karier bersama Atlético Madrid.
Llorente Pergi dengan Status Juara Dunia
Tidak semua pemain mendapatkan kesempatan menentukan sendiri kapan perjalanan internasional mereka berakhir. Llorente memilih berhenti ketika berusia 31 tahun, masih bermain di salah satu klub besar Spanyol, dan baru saja mengangkat trofi Piala Dunia. Karena itulah keputusan tersebut terasa tidak biasa.
Selama enam tahun bersama La Roja, Llorente menjalani 27 pertandingan dan tampil di beberapa turnamen terbesar. Ia menjadi bagian dari skuad Euro 2020, Piala Dunia 2022, dan akhirnya Piala Dunia 2026. Ia sempat kehilangan tempat dalam perjalanan menuju Euro 2024, tetapi berhasil kembali dan menutup karier internasional dengan pencapaian terbesar.
Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi bab terakhir. Llorente memang tidak bermain pada final melawan Argentina, tetapi ia tetap memiliki kontribusi dalam perjalanan menuju gelar tersebut. Assist melawan Uruguay dan penampilannya pada semifinal menjadi bagian dari turnamen terakhirnya bersama Spanyol. Setelah enam tahun, ia memilih tidak mengejar penampilan ke-28.
Keputusan tersebut mungkin mengejutkan bagi publik Spanyol, tetapi Llorente sudah memberikan penjelasan yang jelas. Ia merasa waktunya bersama tim nasional telah selesai. Tidak ada persoalan dengan pelatih, tidak ada keputusan mendadak setelah final, dan gelar juara dunia juga tidak menjadi penyebabnya.
Marcos Llorente meninggalkan Timnas Spanyol dengan 27 caps, satu gelar Piala Dunia, dan status sebagai juara dunia 2026. Pada usia 31 tahun, ketika kesempatan untuk terus mengenakan seragam La Roja sebenarnya masih terbuka, ia memilih menutup perjalanan tersebut sesuai keputusan yang sudah lama disiapkan. Sebuah akhir yang mengejutkan, tetapi sekaligus datang pada titik tertinggi dalam karier internasionalnya.





